Tega, Pria Ini Nikahi 14 Perempuan Hanya untuk Diporotin!

Baca Juga

MATA INDONESIA, NEW DELHI – Seorang pria berusia 54 tahun ditangkap di daerah Bhubaneswar karena diduga menipu 14 perempuan! Pria bernama Bibhu Prakash Swain alias Ramesh Swain tidak sungguh-sungguh menikahi belasan perempuan tersebut.

Ia menikahinya belasan perempuan tersebut tak lain untuk menipu dan membawa kabur uang istri-istrinya. Dalam menjalankan aksinya, Bibhu kerap menyamar, entah sebagai dokter atau pejabat tinggi pemerintah.

“Ia mencari korban melalui situs pernikahan, menikahi mereka dan kemudian melarikan diri dengan membawa kabur uang perempuan-perempuan yang ia nikahi,” kata wakil komisaris polisi Bhubaneswar, Dr Umashankar Dash, melansir Hindustan Times.

Dash mengatakan sampai saat penangkapan, Bibhu telah menikahi dan menipu 14 perempuan, termasuk seorang perwira tinggi di Polisi Perbatasan Indo Tibet dan seorang pengacara di Pengadilan Tinggi Delhi.

“Hanya satu niatnya, yakni mendapatkan uang dan memperoleh properti perempuan yang ia nikahi. Ia akan menjangkau perempuan itu meski dari negara bagian seperti Punjab, Jharkhand, dan Delhi melalui beberapa situs pernikahan,” sambungnya.

“Perempuan yang dia targetkan, menginginkan keamanan emosional karena mereka menikah terlambat atau bercerai dan Bibhun mengambil keuntungan penuh. Sebagian besar korban berpendidikan tinggi dan memegang jabatan penting di berbagai organisasi pemerintah dan sektor swasta,” tuturnya.

Menurut penuturan aparat kepolisian, Bibhu telah menjalankan aksi busuknya itu sejak 2002!

Sebuah pengaduan telah diajukan terhadap Bibhu oleh seorang guru sekolah dari Delhi pada Juli 2021 setelah dia mengetahui tentang pernikahannya yang lain. Dia telah menikah dengan guru di kuil Arya Samaj tahun 2018.

Saat menggeledah rumahnya, aparat kepolisian menemukan sebanyak 11 kartu ATM, 4 kartu Aadhaar dengan nama berbeda, serta sertifikat sekolah Bihar dengan identitas yang berbeda.

Berdasarkan laporan pihak kepolisian, Bibhu menikahi istri pertamanya tahun 1982 dan pernikahan keduanya terjadi tahun 2022.

“Tahun 2018, ia menikahi seorang pejabat perempuan di sebuah gurdwara di Kota Delhi dan kemudian menipunya sebesar 10 lakh,” kata seorang petugas polisi.

“Kemudian, mengidentifikasi dirinya sebagai direktur departemen kesehatan dan kesejahteraan keluarga, Bibhu menipu 11 lakh dari pejabat gurdwara yang menjanjikan bantuan untuk mendapatkan izin untuk menjalankan rumah sakit,” sambungnya.

Pria yang pernah menyamar sebagai wakil direktur jenderal pendidikan dan pelatihan kesehatan pusat, juga telah menipu beberapa calon pekerjaan di berbagai bagian negara, kata polisi.

“Kami berencana untuk melakukan penyelidikan keuangan rinci dalam penipuan. Kami akan meminta penahanan lebih lama dari terdakwa untuk penyelidikan rinci. Kami tahu bahwa banyak korbannya tidak akan mengajukan keluhan karena kehilangan prestise sosial, tetapi kami mendesak mereka semua untuk angkat bicara,” tuntas Dash.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini