Serem Amat! Keranda dan Pocong Jadi Portal Jalan, Berani Lewat?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19), salah satunya dengan cara memasang portal di jalan batas jalan desa. Banyak cara unik yang digunakan untuk menakut-nakuti akan bahaya COVID-19.

Baru-baru ini sebuah foto yang menunjukkan keranda serta pocong berada di portal yang menutup akses masuk dusun. Hal ini tentunya untuk mengingatkan warga yang masih bandel keluyuran di tengah wabah COVID-19.

Foto itu diunggah oleh akun Instagram @infokediriraya pada Sabtu 24 Mei 2020. Menurut keterangan, pemasangan pemasangan keranda dan pocong itu dilakukan di Jl. Melon Tondomulyo, Gadungan, Puncu, Kediri, Jawa Timur.

BACA JUGA: Seram! Usaha Wanita Ini ‘Dijahili’, Ada Uang Diisi Pasir, Netizen Sebut Tanah Kuburan

“Ojo rono rene (jangan ke sini), dek omah ae nek gak pengen nunpak kene (di rumah saja kalau gak ingin naik ini), kereto jowo (kereta jawa [maksudnya keranda]),” tulis akun @infokediriraya.

Unggahan tersebut sontak viral. Netizen pun dibuat merinding melihat portal terebut.

“Kok serem,” kata @ulthuf_**naa.

“Ini mayat beneran?? Serius tanya ?,” komentar @ninda**rian.

“ngeri ngunu min tonggo desoku iki ??,” tulis @satriora**l06.

Diketahui, Jawa Timur menjadi provinsi dengan pertambahan kasus positif COVID-19 paling tinggi di Indonesia beberapa hari belakangan. Pada Selasa 26 Mei 2020, terdapat tambahan kasus positif sebanyak 13 orang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ekonom Ajak Mahasiswa Sikapi Isu Ekonomi Secara Objektif

Oleh : Aditia Rahman )*Perkembangan ekonomi nasional selalu menjadi perhatian publik karena berkaitan langsungdengan kehidupan masyarakat. Perubahan harga bahan bakar minyak (BBM), inflasi, investasi, hingga nilai tukar rupiah sering kali memunculkan berbagai respons, terutama di kalangan mahasiswa yang dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Namun, di tengah derasnya arus informasi digital, berbagai isu ekonomi tidak jarang dipersepsikansecara emosional dan dipengaruhi narasi yang belum tentu didukung fakta. Oleh karena itu, mahasiswa perlu membangun tradisi berpikir objektif agar mampu memahami setiapkebijakan ekonomi secara utuh, berdasarkan data, teori, dan kepentingan nasional.Objektivitas menjadi modal penting dalam menjaga kualitas diskursus publik. Mahasiswamemiliki peran strategis sebagai kelompok yang tidak hanya kritis, tetapi juga mampumenghadirkan analisis yang rasional. Kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakanbagian dari demokrasi yang sehat, tetapi kritik tersebut akan lebih bermakna apabiladisampaikan berdasarkan pemahaman menyeluruh terhadap kondisi ekonomi nasionalmaupun tantangan global yang sedang dihadapi Indonesia.Salah satu isu yang kerap menjadi perhatian masyarakat adalah penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Perubahan harga tersebut sering kali memicu reaksi yang cukup besar, sementaraketika harga mengalami penurunan, respons publik cenderung tidak sebesar saat terjadikenaikan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya membangun literasi ekonomi agar masyarakat memahami bahwa perubahan harga komoditas merupakan bagian darimekanisme ekonomi yang dipengaruhi banyak faktor.Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori berpandangan bahwa naik dan turunnya harga komoditasmerupakan sesuatu yang wajar dalam teori ekonomi karena dipengaruhi keseimbangan antarapermintaan dan penawaran. Menurutnya, harga BBM nonsubsidi di Indonesia juga tidakdapat dilepaskan dari perkembangan harga minyak mentah dunia, terlebih produksi minyaknasional belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kondisi geopolitikinternasional yang memengaruhi pasar energi global turut memberikan tekanan terhadapharga minyak sehingga penyesuaian harga menjadi bagian dari mekanisme yang lazimterjadi.Pandangan tersebut memberikan perspektif bahwa kebijakan energi tidak dapat dilihat secarasederhana. Pemerintah harus mempertimbangkan berbagai aspek secara bersamaan, mulaidari keberlanjutan pasokan energi, kesehatan fiskal negara, hingga perlindungan terhadapdaya beli masyarakat. Dalam situasi ekonomi global yang dinamis, menjaga keseimbangantersebut merupakan tantangan yang tidak ringan.Pemerintah selama ini juga menunjukkan komitmennya untuk tetap melindungi masyarakatmelalui kebijakan subsidi energi. BBM bersubsidi tetap dipertahankan agar masyarakat yang berhak memperoleh perlindungan dari gejolak harga internasional. Sementara itu, harga BBM nonsubsidi mengikuti ketentuan yang berlaku dengan tetap mempertimbangkan kondisiekonomi nasional. Kebijakan tersebut mencerminkan upaya pemerintah menjagakeseimbangan antara mekanisme pasar dan tanggung jawab negara dalam memenuhi amanatkonstitusi.Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori juga menilai harga Pertamax dan Pertamax Green saat inimasih belum sepenuhnya mengikuti harga keekonomian. Menurutnya, pemerintah melaluiKementerian Energi...
- Advertisement -

Baca berita yang ini