Ekonom Ajak Publik Sikapi Isu Ekonomi secara Objektif di Tengah Aksi Mahasiswa

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Ekonom Konstitusi Defiyan Cori mengajak masyarakat bersikap objektif dalam menyikapi dinamika ekonomi di tengah aksi mahasiswa yang menyoroti berbagai kebijakan pemerintah. Menurutnya, perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi merupakan bagian dari mekanisme pasar yang dipengaruhi kondisi global sehingga perlu dipahami secara utuh.

Defiyan mengatakan kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Series kerap memicu keluhan publik. Namun, ketika harga mengalami penurunan beberapa kali, respons masyarakat cenderung tidak sebesar saat terjadi kenaikan. Menurut dia, naik-turunnya harga komoditas merupakan hal yang wajar dalam mekanisme ekonomi yang dipengaruhi permintaan dan penawaran.

“Perubahan harga komoditas adalah sesuatu yang lumrah dalam teori ekonomi,” kata Defiyan dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan Pasal 33 Ayat (2) UUD 1945 mengamanatkan negara hadir dan melakukan intervensi terhadap sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak, termasuk energi. Meski demikian, harga BBM tetap dipengaruhi perkembangan harga minyak dunia karena produksi minyak nasional belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan dalam negeri.

Menurut Defiyan, kondisi geopolitik global, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, turut memberi tekanan terhadap harga minyak mentah dunia. Karena itu, penyesuaian harga Pertamax Series dinilai sebagai langkah yang wajar. “Penyesuaian harga juga menjadi bagian dari upaya mendukung target swasembada energi,” ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah tidak menaikkan harga BBM bersubsidi agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Defiyan juga mengajak masyarakat mengawasi penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran.

“Jangan sampai kelompok elite menikmati subsidi yang seharusnya diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Di tempat terpisah, Direktur Eksekutif Kata Rakyat Alwan Ola Riantobi menilai pemerintahan Presiden Prabowo tetap membuka ruang dialog terhadap aspirasi mahasiswa. Menurutnya, komitmen pemerintah memperbaiki kondisi ekonomi semestinya direspons dengan menurunnya eskalasi aksi.

“Memang eskalasi demonstrasi mahasiswa juga perlu didalami, apakah tuntutannya memang berdasarkan hasil kajian dan riset yang mendalam. Kita berharap tidak ada oknum yang menunggangi aksi mahasiswa yang ingin menggembosi pemerintah. Maka jika pemerintah sudah berkomitmen memperbaiki dan membuka ruang dialog semestinya eskalasi massa aksi harus berkurang dan dihentikan,” ujarnya.


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mahasiswa sampai Anak Desa, Presiden Mendengar Aspirasi Bangsa

Oleh: Ganesh Lepen Wengi *)Demonstrasi mahasiswa selalu memiliki tempat penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Mahasiswaseringkali menjadi kelompok pertama yang menangkap kegelisahan publik, mengartikulasikan persoalanbangsa, sekaligus mendorong lahirnya berbagai pembaruan kebijakan. Karena itu, kehadiran aksi mahasiswaadalah bagian dari mekanisme koreksi dalam negara demokrasi.Namun demikian, kualitas demokrasi tidak hanya diukur dari seberapa bebas masyarakat menyampaikankritik. Demokrasi juga diukur dari sejauh mana pemerintah bersedia mendengarkan, membuka ruang dialog, dan menerjemahkan berbagai aspirasi menjadi kebijakan yang lebih baik. Pada titik inilah dinamikademokrasi Indonesia hari ini layak diapresiasi.Belakangan berbagai aksi mahasiswa mengangkat isu mulai dari kondisi ekonomi, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga Koperasi Desa Merah Putih. Aspirasi tersebut merupakan hak konstitusional yang patutdihormati. Yang menarik, pemerintah tidak memilih jalan penolakan ataupun pembatasan ruang berekspresi. Sebaliknya, berbagai kritik justru dijawab melalui evaluasi kebijakan, penyempurnaan program, hinggapenguatan koordinasi lintas kementerian.Direktur Eksekutif Kata Rakyat, Alwan Ola Riantobi, menilai salah satu indikator penting pemerintahanyang demokratis adalah kesediaannya menerima kritik dan membuka ruang dialog. Menurutnya, pemerintahtidak menutup diri terhadap demonstrasi mahasiswa, bahkan melakukan evaluasi terhadap berbagai program yang menjadi sorotan publik, termasuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang kini memasuki fasepembenahan tata kelola dan mitigasi. Ia juga menilai berbagai respons pemerintah terhadap pelemahanrupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini