Sedih, Bayi 12 Bulan Terombang Ambing di Lautan Hingga Capai Italia Sendirian!

Baca Juga

MATA INDONESIA, ROMA – Seorang bayi berusia 12 bulan tahun yang menyebrangi Laut Tengah yang berbahaya seorang diri berhasil mencapai pulau Lampedusa dengan selamat. Diyakini bayi laki-laki tersebut dikirim oleh orang tuanya.

“Bayi laki-laki itu merupakan di antara 500 lebih orang yang tiba di pulau kecil di Italia dalam tujuh pendaratan terpisah yang berlangsung selama dua hari terakhir,” demikian laporan harian Repubblica, melansir The News.

Laporan tersebut menambahkan bahwa bayi itu ditemukan oleh tim penyelamat di tengah-tengah sekitar 70 pria di sebuah kapal yang mendarat pada Jumat (17/12).

“Dia menyeberangi Laut Mediterania bahkan sebelum dia belajar berjalan. Dia menerjang ombak sendirian… terlalu muda untuk mengungkapkan nama dan kisahnya,” sambungnya.

Migran lain tidak tahu siapa anak itu, tetapi dilaporkan diminta oleh orang tuanya untuk menjaganya tetap aman selama penyeberangan, mungkin karena mereka dicegah untuk naik bersamanya, kata harian itu.

Kedatangan lainnya adalah seorang anak laki-laki berusia 14 tahun dari seorang wanita yang meninggal saat penyelamatan di lepas pulau. “Dia bepergian dengan kapal bersama 25 orang lainnya, termasuk putranya yang melihatnya tenggelam,” kata Doctors Without Borders (MSF) di akun Twitter.

“Kehilangan lain yang dapat dicegah di ambang pintu Eropa, kehidupan lain yang diklaim oleh kebijakan migrasi yang tidak bertanggung jawab,” tuntasnya.

Pulau Lampedusa merupakan gerbang untuk para migran asal Afrika yang ingin memasuki wilayah Eropa. Pulau ini bahkan memiliki kompleks perumahan bagi para migran yang berhasil selamat.

Permintaan suaka oleh banyak migran sering ditolak oleh Italia kecuali mereka dapat membuktikan bahwa mereka melarikan diri dari perang dan konflik atau penganiayaan lainnya, bukan kemiskinan.

Pada September, penjaga pantai Italia menyelamatkan sebanyak 125 migran yang terlihat bergerombol di pantai berbatu sebuah pulau kecil tidak berpenghuni setelah salah satu dari dua perahu yang mereka gunakan tenggelam sebagian di dekat Lampedusa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini