Ramai Tagar #BlackLivesMatter, Melanie Subono: Maukah Kalian Lakukan yang Sama untuk Kawan di Papua?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kasus kematian George Floyd sekaligus isu rasisme yang terjadi di Amerika Serikat memancing kemarahan publik dunia. Bahkan sampai memicu munculnya demonstrasi besar-besaran di sejumlah negara, seperti Inggris dan Jerman.

Tak hanya itu, di jagat maya juga digaungkan tagar #BlackLivesMatter untuk menyuarakan penolakan terhadap rasisme. Netizen Indonesia pun ramai-ramai ikut menggaungkan tagar tersebut.

Melihat ini, musisi Melanie Subono menyuarakan pendapatnya. Menurut cucu BJ Habibie ini, kasus rasisme bukanlah kesalahan si kulit hitam melainkan salah orang yang berpikit kulit putih lebih baik dari hitam.

“Perang juga begitu, pelecehan, pemerkosaan, penindasan, dan lain-lain. Karena ada lo yang masih bisa mikir kaya itu lebih hebat dari miskin,” tulisnya di Instagram, dikutip Kamis, 4 Juni 2020.

“Atau pria lebih tinggi dari wanita, Lo lebih baik dari PSK atau transgender, putih lebih cakep dari hitam, agama A lebih baik dari agama B. Bos pasti lebih pintar dari anak buah, rumah gede boleh nindas yang mobilnya seken,” lanjutnya.

“Dan sejuta teori ini lebih dari itu, padahal aturan HAM atau ajaran apapun tidak ada yang membedakan dan yang boleh menghakimi hanya Tuhan,” katanya.

“Dan lo enggak akan tahu Tuhan menghakimi seperti apa kecuali lo sudah ketemu Tuhan. Dan gue belum pernah ketemu oramg yang enggak punya kekurangan atau dosa, termasuk gue. Tapi gue tidak lebih rendah atau lebih tinggi dari siapapun,” ujar Melanie.

Lewat postingan Insta Story-nya, Melanie juga menyentil mereka yang ikut menggunakan tagar #BlackLivesMatter.

“Senangnya banyak teman pakai hastag anti diskriminasi yang lagi kejadian di Amerika. Maukah kalian berdiri dan perang yang sama untuk kawan-kawan Papua yangs edang dan sudah lama mengalami ini?” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini