Tak Naikkan Uang Kuliah, Nadiem Dipuji Rektor dan Jadi Trending

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mendapat pujian dua rektor perguruan tinggi negeri ternama karena kebijakannya tidak menaikkan uang kuliah tunggal (UKT). Tagar #NadiemMendengar pun sempat menjadi trending topic.

“Kebijakan tentang UKT diserahkan sepenuhnya kepada kampus. Jika memang terjadi di saat ini, itu karena keputusan sudah diambil jauh sebelum masa pandemi menyerang,” ujar Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Arif Satria   di Jakarta, Rabu 3 Juni 2020.

Menurutnya yang saat ini perlu dilakukan adalah melakukan edukasi kepada seluruh mahasiswa bahwa mereka dapat menggunakan opsi untuk mengatasi masalah UKT.

Opsinya antara lain menunda pembayaran, menyicil pembayaran, mengajukan penurunan UKT, dan mengajukan bantuan finansial bagi yang berhak. Mekanisme pengajuan dan keputusan diatur dan diserahkan langsung kepada masing-masing kampus.

Pemerhati pendidikan dan Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Satryo Soemantri Brodjonegoro juga berpendapat serupa. Soal UKT itu bisa dibahas bersama antara kampus dan mahasiswanya.

Dia mengaku memahami banyak orang tua mahasiswa yang kehilangan pekerjaan karena Pandemi Covid19 ini, sehingg perlu menjadi masalah bersama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kampus serta mahasiswa tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini