Miris, Makam BJ Habibie Malah Dijadikan Ajang Selfie Masyarakat, Netizen: Bukan Tempat Wisata Woy!

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Indonesia baru saja kehilangan putra terbaik bangsa. Bacharuddin Jusuf (B.J.) Habibie wafat di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta Pusat pada Rabu, 11 September 2019, pukul 18.05 WIB. Kepergian Presiden ketiga RI ini menghadirkan luka mendalam di hati masyarakat Indonesia.

Sosok yang semasa hidupnya di kenal sabagai Bapak Teknologi Indonesia akhirnya kembali dipertemukan oleh cinta sejatinya, Hasri Ainun, sang istri yang telah berpulang lebih dulu di keabadian. Habibie dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, tepat disamping pusara Ainun.

Sejak dimakamkan, pusara Habibie tak pernah sepi peziarah. Namun, sebuah foto yang beredar luas di media sosial baru-baru ini membuat miris siapapun yang melihatnya.

Akun gosip @lambe_turah merupakan salah satu akun yang turut mengunggah foto tersebut. Foto tersebut menampilkan pusara Habibie yang dipadati oleh peziarah. Bahkan, tak tampak ada ruang sedikit pun di sekitarnya.

Mirisnya, bukan buku yasin, peziarah sibuk menggenggam ponselnya. Dalam foto tersebut menunjukkan aksi sejumlah masyarakat yang justru sibuk selfie dengan batu nisan Habibie.

“Sugguh terharu melihat antusiasme masyarakat ketika mendatangi makam eyang BJ. Habibie. Lebih terharu lagi ternyata. Mereka lebih peduli untuk dokumentasi daripada berfokus pada takziah itu sendiri,” tulis akun @lambe_turah.

Sontak foto itu pun menjadi perbincangan netizen. Tak sedikit yang merasa kesal melihat tingkah para peziarah tersebut.

“Kesana BKN untuk berdoa, tapi untuk kebutuhan instastory😠 miris😭,” tulis @aw***th_s.

“krisis moral hadeeh,” celoteh @t4up**01.

“Dan captionnya mereka nanti adalah ‘semoga tenang disana ya pak. Selamat ketemu dgn bu ainun, saya sangat kehilangan bpk’. Tapi posenya senyum dpn batu nisannya? Preetttt,” komentar @kinana**s.

“Niatnya udh baik, mau ziarah ke makan eyang tp praktiknya salah besar. Klo mau foto cukup foto makamnya saja jgn malah selfie, gk ada faedahnya selfie dgn batu nisan,” kata @Hijriiy**ii.

“Apasih, itu bukan tempat wisata woy buibu pakbapak😑😑😑,” tulis @basecamp_kpo***s.

Berita Terbaru

Bonus Hari Raya Ojol, Kesejahteraan Bagi Gig Worker

Oleh: Alexander Royce*) Transformasi ekonomi digital Indonesia dalam satu dekade terakhir telah melahirkan jutaanpekerja sektor informal berbasis aplikasi atau gig worker. Di antara mereka, pengemudi ojek online (ojol) menjadi tulang punggung mobilitas dan distribusi barang, terutama di momen-momen krusial seperti Ramadan dan Idulfitri. Tahun ini, kabar mengenai pencairan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para pengemudi ojol menjadi angin segar yang tidak hanya berdampak pada kesejahteraan pekerja, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional. Langkah pemerintah memastikan kembali pemberian Bonus Hari Raya bagi pengemuditransportasi daring menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap pekerja sektor informal digital. Kebijakan ini relevan dengan situasi terkini, di mana daya beli masyarakat menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas ekonomi menjelang Lebaran 2026. Dengan lebih dari 850 ribupengemudi yang dipastikan menerima bonus tahun ini, dampaknya tidak bisa dipandang sebelahmata. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memastikan bahwa para pengemudi ojol kembalimendapatkan Bonus Hari...
- Advertisement -

Baca berita yang ini