Lathi Challenge Versi Didik Nini Thowok Trending Teratas di Twitter, Netizen: The Legend is Back!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Lathi Challenge kembali menggema. Kali ini gara-gara video Youtube yang dibuat penari senior Didik Nini Thowok.

Dalam video terbarunya di channel Youtube, Didik ikut meramaikan Lathi Challenge. Tak dinyana, aksinya sukses menghipnotis para penonton.

Video Didik bahkan sudah ditonton lebih dari 20 ribu kali. Tak hanya itu, aksi Lathi Challenge-nya itu juga membawa Didik menjadi trending teratas di Twitter.

Dalam video berdurasi 1 menit 21 detik itu, Didik benar-benar membuktikan skill-nya sebagai seniman legendaris. Ia tampil dengan make up sangat total dan gerakkan tari yang luwes.

Penampilannya ini pun menuai pujian dari ribuan netizen.

“The legend is back… lets make this trending !!,” tulis Risolpdtotol 2020.

“Sang Legend kebanggan indonesia sehat terus nggeh mas Terimakasih atas karya-karya keren sampean,” tulis Semburat Senja.

“Keren… Ketika diapresiasi menjadi sebuah seni yang luar biasa dari seorang mas Didik dan bukan hanya demi sebuah konten belaka seperti kebanyakan,” komentar erry bisma bramasto.

“hm pgn nangissss, berkali2 gue nontonnya masih merinding. great job eyang!!!!,” komentar Ririh Apriyanti.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini