Ketika ‘Silit’ Viral di Twitter, Jorok?

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Mendadak kata ‘ngesilit’ masuk dalam deretan 10 besar trending topic Indonesia di Twitter. Kata ‘ngesilit’ menjadi perbincangan warga Twitter usai unggahan akun @dittameliaa viral.

Akun @dittameliaa diketahui mengunggah sebuah foto yang dari selembar kertas yang ditempel di sebuah dinding. Kertas tersebut berisi daftar jasa yang biasanya ada di tempat fotocopy-an.

Lucunya, penulisan kata-kata yang ada di kertas tersebut banyak yang salah. Misalnya saja kata ‘ngesilit’ yang seharusnya ‘ngejilid’ dan kata ‘ngefrin’ yang seharusnya ‘ngeprint’.

MOTOKOFI
NGEFRIN
KOLOR
ITEM PUTIH
NYEKKEN
NGESILIT
SOP KAPER
HAT KAPER,” sebagaimana dikutip dalam unggahan akun @dittameliaa.

Sontak saja unggahan tersebut membuat warga Twitter terkekeh-kekeh melihatnya, terutama kata ‘ngesilit’. Seperti diketahui bahwa dalam bahasa Indonesia sendiri artinya anus.

Hingga berita ini ditulis akun @dittameliaa sudah dibagikan ulang sebanyak 2,1 ribu kali dan telah disukai sebanyak 1,7 ribu kali.

“Ngesilit? Yawlaaaahh… Ngejilid aja udah aaahh. Jd ga enak baca nya. 🤣😜😂,” tulis
@ricki_hendra.

“Ngga ngesilit juga sih 😭😭😭,” komentar @anni**malik__.

“Ngejilid mas ngejilid, malah silit, astaga…,” celoteh @w_andyp.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini