Diekspos TV Jepang, Kekayaan Reino Barack Bikin Penonton Terbelalak

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Pasca menikah dengan Syahrini, nama Reino Barack semakin disorot. Publik dibuat penasaran akan berbagai hal yang terkait dengan pengusaha berdarah Jepang-Indonesia ini.

Salah satu yang cukup menyedot perhatian adalah soal kekayaan Reino yang disebut-sebut “tak berseri”. Sebuah acara reality show Jepang yang disiarkan Nippon TV, Great Connection pun pernah mengeksposnya.

Dalam salah satu episodenya, Reino sempat menjadi narasumber. Reporter dan kru Great Connection sengaja terbang ke Jakarta untuk bertemu Reino dan meliput apartemen mewah tempat ia tinggal.

Video peliputan itu sempat diunggah di salah satu akun YouTube dan menjadi viral. Banyak netizen kaget melihat besar dan mewahnya hunian milik Reino Barack. Bahkan dalam tayangan tersebut, si reporter pun terlihat takjub ketika diajak berkeliling mengeksplor apartemen Reino.

Selain apartemen mewah, sebagai pengusaha sukses tentunya Reino memiliki banyak aset mewah. Tak cuma satu, Reino sendiri diketahui menggawangi beberapa jenis bisnis berbeda. Mulai dari media, kuliner hingga jual beli saham.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini