Bukan Kuntilanak! Kepala Perempuan Ini Ditusuk Paku Agar Lahirkan Bayi Laki-laki

Baca Juga

MATA INDONESIA, ISLAMABAD – Aparat kepolisian di Pakistan tengah memburu seorang dukun yang diduga menancapkan paku ke kepala seorang perempuan hamil.

Sang dukun menjamin, perempuan hamil tersebut akan melahirkan bayi laki-laki – seperti yang ia dan suaminya idam-idamkan. Namun, cara pengobatan tidak lazim, menancapkan paku ke kepala!

Seperti di beberapa negara di dunia, dukun adalah jalan umum di Pakistan bagi orang-orang yang mencari solusi spiritual untuk masalah mereka.

Sementara itu, ahli saraf Haider Suleman, yang merawat korban di Rumah Sakit Lady Reading, mengatakan meski telah menembus tengkorak perempuan itu, beruntungnya, paku belum mencapai otaknya.

“Dia mengatakan bahwa seorang perempuan di wilayahnya melakukan hal yang sama (memukul paku) dan melahirkan anak laki-laki meskipun USG menunjukkan anaknya yang belum lahir perempuan,” kata Suleman kepada outlet berita Pakistan Dawn, melansir Deutsche Welle.

Insiden tersebut menjadi perhatian pihak berwenang setelah hasil rontgen korban menjadi viral. Aparat kepolisian bahkan turun tangan dan memeriksa konten untuk menyelesaikan kasus ini.

“Tim juga akan menyelidiki mengapa insiden (itu) tidak dilaporkan ke polisi oleh dokter yang merawat,” kata kepala polisi setempat Abbas Ahsan.

Tidak jelas apakah perempuan itu sengaja menancapkan paku ke kepalanya sendiri atau apakah seseorang membantunya. Tetapi menurut Suleman, itu semua terjadi di rumah perempuan hamil tersebut.

“ Anggota keluarga tidak berhasil mencungkil paku dari kepalanya,” sambung sang dokter.

Perempuan itu dikatakan sudah memiliki tiga anak perempuan. Ia dan suaminya mengharapkan anak keempat mereka lahir dengan kelamin laki-laki. Untuk itu, ia menusukkan paku di kepalanya.

Staf rumah sakit memberi tahu bahwa perempuan hamil itu mengatakan suaminya tidak senang dengannya karena dia tidak akan melahirkan anak laki-laki, jadi dia mengancam akan meninggalkannya.

Bayi laki-laki biasanya lebih disukai di negara-negara Asia Selatan, termasuk di Pakistan, karena dianggap memberikan jaminan sosial dan ekonomi yang lebih baik bagi orang tua.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini