Bikin Tercengang, Uang Kuno ini Berhasil Terjual Seharga Hampir Rp400 Juta

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebuah video yang memperlihatkan sebuah ajang pelelangan uang kuno viral di media sosial.

Dalam video itu, terlihat sebuah uang kuno yang tidak diketahui nominalnya tengah di lelang dalam acara tersebut dengan harga ratusan juta rupiah.

“Ayo ini pertama nawar Rp130 juta, Rp140 juta, naik lagi Rp160 juta,” ucap pemandu acara lelang.

Secara bertahap, harga pembelian uang kuno dalam acara itu pun terus bertambah hingga menembus dan bertahan di nominal Rp360 juta.

Unggahan video yang diunggah oleh akun @aliuangkuno pada laman media sosial TikTok itu sontak saja langsung dibanjiri komentar netizen yang merasa heran.

Dan tidak sedikit pula netizen menawarkan uang kuno yang dimilikinya untuk dilelang juga.

“Ketika org kaya bingung ngabisin duit nya,” tulis netizen.

“Saya bnayk uang uang kuno kyk gitu klo mahal harganya saya mau juga ngjualnya,” timpal netizen.

“Jangankan uang kuno, uang yang sekarang aja kadang langka di dompet,” sahut netizen.

“Uang GK smbrg uang pasti yg di lelang uang yg serinya di cari,” sambung netizen.

“Uang cari uang,” tutup netizen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini