Raih Medali di PON Papua, Tiga Tentara Ini Harumkan Nama TNI AL

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAYAPURA – Kopda Mar Jefri Ardianto mengharumkan nama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dalam gelaran PON XX Papua 2021.

Menukil keterangan tertulis Dispenal, Sabtu 9 Oktober 2021, medali emas yang disumbangkan pria yang saban hari bertugas di Yonif 6 Mar untuk kontingen DKI Jakarta itu didapat dari cabang olahraga dayung kelas rowing 2000 m LM4.

Sedangkan medali emas pada cabang olahraga panahan kelas beregu recurve berhasil diraih Kopda Mar Agus Mulyono yang berdinas di Yonif 2 Mar.

Selanjutnya untuk perolehan medali perunggu pada cabang olahraga duathlon berhasil diraih Pratu Mar Sedilta Pilon Nubatonis yang sehari-hari berdinas di Yontaifib 1 Mar.

TNI AL terus mengerahkan para atlet terbaiknya untuk ikut berpartisipasi serta memeriahkan PON XX Papua 2021 hingga penutupan 15 Oktober mendatang.

Sebelumnya, TNI AL yang bekerja sama dengan instansi terkait mengirimkan sejumlah tim Satuan Tugas (Satgas) Kesehatan untuk melaksanakan serbuan vaksinasi pada masyarakat Papua, para atlet serta para relawan yang akan mengikuti PON XX dan Peparnas XVI di Papua.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini