Obor PON Papua Diberangkatkan dari Sorong Hari Ini

Baca Juga

MATA INDONESIA, SORONG – Obor PON XX 2020 mulai diberangkatkan dari Sorong pada 27 September 2021. Api abadi PON tersebut akan diarak mengelilingi Papua, sebelum akhirnya dipakai dalam upacara pembukaan PON yang akan berlangsung di Stadion Lukas Enembe, Jayapura pada 2 Oktober 2021 mendatang.

Wakil Gubernur Papua Barat Muhamad Lakotani pun berharap gelaran PON Papua ini bisa berjalan lancar. Ia juga berpesan kepada seluruh warga Papua dan Papua Barat untuk mensukseskan PON XX.

Pelepasan api abadi PON ini berlangsung di halaman Kantor Bupati Kabupaten Sorong. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Asisten II Propinsi Papua, Musaad dan unsur pimpinan daerah setempat.

Acara ini juga diikuti oleh sejumlah mantan atlet nasional dan daerah Papua Barat khususnya yang berdomisili di Kota dan Kabupaten Sorong.

Bupati Kabupaten Sorong,Jhon Kamuru diberi kesempatan untuk menyalakan api PON ke xx Papua yang kemudian diserahkan kepada 2 atlet legendaris asal Papua yakni Ronni Wabia dan Ortisan Salosa.

Selanjutnya api PON ke xx Papua ini diarak keliling Kota dan Kabupaten Sorong sebelum dibawa menuju bandara dan diterbangkan ke sejumlah kota di Papua seperti,Biak dan Merauke.

Sebagai informasi, api abadi PON ke xx Papua diambil dari sumber alami bumi yakni di kawasan Klamono, Kabupaten Sorong yang merupakan kawasan minyak yang saat ini dikelola oleh Pertamina. Api tersebut telah menyala dan tidak pernah padam sejak daerah ini ditemukan dan diekplorasi oleh Pemerintah Hindia Belanda pada abad ke 19.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini