Berita Terkini
Pengembangan Rumah Subsidi Diperluas dengan Skema Pembiayaan Alternatif
Davina G -
Mata Indonesia, Jakarta - Pemerintah terus memperkuat upaya penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui pengembangan rumah subsidi dengan skema pembiayaan yang...
Dukungan Tokoh Adat dan Pemuda Percepat Pembangunan PSN di Papua
Davina G -
Mata Indonesia, PAPUA - Upaya percepatan pembangunan di Papua melalui berbagai program strategis nasional terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pendekatan yang mengedepankan kolaborasi antara...
Sinergi Nasional Dorong PSN Papua sebagai Pilar Ekonomi Baru
Davina G -
Mata Indonesia, PAPUA - Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat pembangunan di Papua melalui berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dirancang untuk mendorong...
Komitmen Bersama Menguatkan Pembangunan Papua Berkelanjutan
Davina G -
Oleh :Yohanes Wandikbo )*Pembangunan Papua menunjukkan arah yang semakin terstruktur, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Pemerintah pusat terus memperkuat komitmennya melalui berbagai program...
Program MBG Perkuat Upaya Pemerintah Cetak Pendidikan Berkualitas
Davina G -
Mata Indonesia, Jakarta - Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pendidikan berkualitas melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dinilai menjadi salah satu...
Pilihan Editor
Tekanan Global Meningkat, Ketersediaan BBM Tetap Terjaga
Davina G -
Mata Indonesia, Jakarta – Di tengah meningkatnya tekanan global akibat dinamika geopolitik dan fluktuasi harga energi dunia, pemerintah memastikan bahwa ketersediaan Bahan Bakar Minyak...
Percepatan Gerai Koperasi Merah Putih dan Penguatan Ekonomi Rakyat
Davina G -
Oleh : Gavin Asadit )*Pemerintah terus mendorong penguatan ekonomi berbasis kerakyatan melalui percepatan pengembangan Gerai Koperasi Merah Putih di berbagai wilayah Indonesia. Kebijakan ini menjadi bagian...
Kasus Air Keras Ditangani Serius melalui Peradilan Militer
Davina G -
Mata Indonesia, Jakarta – Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus masih menjadi perhatian publik seiring dengan meningkatnya atensi terhadap penanganannya yang...
Pelimpahan Kasus Air Keras Dari Polisi Ke TNI Bukti Peradilan Militer Sesuai Aturan
Davina G -
Oleh: Rizky Adhiguna SantosoPerkembangan penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, AndrieYunus, menjadi momentum penting dalam menunjukkan bagaimana sistem hukum di Indonesia bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku. Pelimpahan perkara dari Polda Metro Jaya kepada Pusat Polisi Militer TNI tidak hanya menjadi langkah prosedural, tetapi jugamencerminkan penerapan prinsip hukum yang tepat dalam menentukan kewenanganpenanganan perkara. Di tengah sorotan publik, langkah ini memperlihatkan bahwa aparatpenegak hukum berupaya menjaga profesionalisme sekaligus memastikan proses hukumberjalan sesuai koridor yang telah ditetapkan.Sejak laporan diterima, Polda Metro Jaya melalui Direktur Reserse Kriminal Umum KombesPol Iman Imanuddin telah melakukan serangkaian penyelidikan secara menyeluruh. Proses tersebut mencakup pengumpulan bukti, pemeriksaan saksi, hingga pendalaman berbagai faktayang berkaitan dengan peristiwa yang menimpa Andrie Yunus. Dalam rapat dengar pendapatumum bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, ImanImanuddin menyampaikan perkembangan hasil penyelidikan yang menjadi dasar pentingdalam menentukan langkah selanjutnya. Ia menjelaskan bahwa dari hasil penyelidikantersebut ditemukan fakta-fakta signifikan yang mengarah pada keterlibatan oknum prajurit, sehingga perkara tersebut secara resmi dilimpahkan ke Puspom TNI.Pelimpahan ini bukan tanpa dasar, melainkan merupakan bagian dari mekanisme hukumyang telah diatur secara tegas dalam sistem perundang-undangan di Indonesia. Kepala PusatPenerangan TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menegaskan bahwa penyidikan terhadapempat prajurit yang diduga terlibat saat ini tengah berjalan secara intensif. Proses tersebutdilakukan oleh penyidik dari Pusat Polisi Militer TNI dengan pendekatan yang sistematis danprofesional. Hal ini menunjukkan bahwa institusi militer tidak tinggal diam dan justrumengambil langkah cepat untuk memastikan setiap dugaan pelanggaran ditindaklanjuti secaraserius.Penanganan perkara oleh Polisi Militer TNI mencerminkan komitmen kuat dalam menjagadisiplin internal serta akuntabilitas institusi. Setiap dugaan pelanggaran oleh prajurit tidakhanya diproses secara hukum, tetapi juga diawasi secara ketat agar tidak terjadipenyimpangan dalam prosesnya. Publik diharapkan dapat memberikan kepercayaan kepadaaparat penegak hukum untuk menyelesaikan perkara ini secara tuntas, mengingat mekanismeyang digunakan telah memiliki dasar hukum yang jelas dan kuat.Dalam perspektif hukum, pakar hukum Fransiscus Xaverius Tangkudung menjelaskan bahwapelimpahan perkara ini merupakan implementasi dari prinsip lex specialis, yaitu aturankhusus yang mengesampingkan aturan umum. Dalam konteks ini, setiap anggota militer yang diduga melakukan tindak pidana berada di bawah yurisdiksi peradilan militer. Ketentuantersebut telah diatur secara tegas dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 tentangPeradilan Militer, yang memberikan kewenangan kepada institusi militer untuk memeriksa, mengadili, dan memutus perkara pidana yang melibatkan prajurit.Selain itu, keberadaan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Militer serta berbagai regulasiterkait disiplin prajurit semakin memperkuat legitimasi sistem peradilan militer. Denganadanya aturan yang jelas, potensi tumpang tindih kewenangan antar lembaga penegak hukumdapat dihindari. Hal ini penting agar setiap proses penanganan perkara berjalan lebih efektif, terarah, dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.Peradilan militer juga dikenal memiliki standar disiplin yang tinggi. Mekanisme internal yang dimiliki memungkinkan penanganan perkara dilakukan secara lebih fokus dan tegas. Karakteristik institusi militer yang berbeda dengan masyarakat sipil membuat pendekatanyang digunakan dalam penegakan hukum juga memiliki kekhususan tersendiri. Dalampraktiknya, sanksi yang dijatuhkan tidak hanya berupa hukuman pidana, tetapi juga dapatdisertai sanksi administratif seperti pemecatan tidak dengan hormat, penurunan pangkat, hingga pencabutan status sebagai prajurit.Rekam jejak peradilan militer dalam menangani berbagai kasus sebelumnya jugamenunjukkan konsistensi dalam menjatuhkan hukuman terhadap pelanggaran serius. Hal inimenjadi indikator bahwa institusi militer tidak ragu untuk bertindak tegas terhadapanggotanya sendiri demi menjaga integritas dan kehormatan institusi. Pendekatan tersebutsekaligus memperkuat kepercayaan publik bahwa sistem hukum di lingkungan militermampu berjalan secara objektif dan profesional.Di sisi lain, anggapan bahwa peradilan militer bersifat tertutup tidak sepenuhnya tepat. Padaprinsipnya, persidangan militer tetap terbuka untuk umum, kecuali dalam perkara tertentuyang berkaitan dengan kepentingan strategis atau rahasia negara. Keterbukaan inimemberikan ruang bagi masyarakat untuk melakukan pengawasan serta memastikan bahwaproses hukum berjalan sesuai dengan prinsip keadilan dan transparansi.Wakil Menteri HAM Mugiyanto menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong penegakanhukum yang berkeadilan, termasuk dalam kasus yang melibatkan aparat. Ia menyampaikanbahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaanmasyarakat. Selain itu, ia juga menekankan bahwa prinsip hak asasi manusia harus menjadilandasan dalam setiap tahapan proses hukum, sehingga tidak ada praktik yang mencederairasa keadilan.Dalam satu tahun terakhir, pemerintah juga mencatat berbagai keberhasilan dalammemperkuat sistem hukum dan tata kelola pemerintahan. Upaya reformasi birokrasi terusdilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, sementara koordinasi antarlembaga penegak hukum semakin diperkuat guna memastikan efektivitas penangananperkara. Selain itu, pemerintah juga berhasil menjaga stabilitas nasional yang kondusif, sehingga proses penegakan hukum dapat berjalan dengan lebih optimal tanpa gangguan yang berarti.Pada akhirnya, pelimpahan kasus penyiraman air keras ini menjadi bukti bahwa sistemperadilan militer berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. Langkah ini bukanlah bentukpengalihan tanggung jawab, melainkan bagian dari mekanisme hukum yang telah dirancanguntuk memastikan setiap perkara ditangani oleh institusi yang berwenang. Oleh karena itu, dukungan dan kepercayaan publik sangat diperlukan agar proses hukum dapat berjalandengan baik, transparan, dan menghasilkan putusan yang adil.*) Pengamat Sistem Peradilan Militer
MBG Jadi Instrumen Pemerataan Pendidikan Bermutu di Daerah
Davina G -
Oleh : Abdul Razak)*Upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bermutu kini semakin diperkuat melalui implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program yang menjadi salah satu prioritas...
MATA MILENIAL INDONESIA TV

WASPADA MODUS PENCURIAN MOTOR Motor SUDAH DIKUNCI GANDA, tapi tetap dicuri.
01:30

Presiden Prabowo Berikan Pesan Kepada Para Pimpinan TNI #tni #tniad #tnial #tniau
00:39

Presiden RI Lantik 3 Panglima Pasukan Elite TNI #tni #news #kopassus #military
00:50

Ngaku Sudah Telepone Allah, Jamaah Masjid Aolia Rayakan Idulfitri Lebih Awal#idulfitri #jamaahaolia
00:48

Bule di Bali Lakukan Pole Dance Gunakan Tiang Pinggir Jalan#bule #bali #news #beritaupdate
00:45

Gempa Bumi di Taiwan Terkuat dalam 25 Tahun#earthquake #news #beritaupdate
00:45

Terekam CCTV, Seorang Pria Nekat Curi HP di Masjid IAIN Cirebon#shorts #news #beritaupdate
00:48

Mendikbud Cabut Aturan Wajib Ekskul Pramuka di Sekolah #pramuka #nadiemmakarim #beritaupdate
00:53

Puluhan Motor Mogok Usai Isi Bensin Campur Air di SPBU #beritaupdate #shorts #pertamina
00:45
