Paling Populer

Berita Terkini

Ekonomi RI Tetap Resilien di Tengah Dinamika Internasional

Oleh: Kirana Maheswari )*Ketangguhan ekonomi sebuah bangsa tidak lahir dari ruang hampa, melainkan hasil dari orkestrasi kebijakan yang presisi dan daya adaptasi yang tinggi terhadap...

Kasus Air Keras Ditangani Serius melalui Peradilan Militer

Mata Indonesia, Jakarta – Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus masih menjadi perhatian publik seiring dengan meningkatnya atensi terhadap penanganannya yang...

Sekolah Rakyat Bertambah, Harapan Baru Pendidikan Masyarakat

*) Oleh: Yoga PrasetyoKebijakan penambahan Sekolah Rakyat menandai langkah progresif pemerintah dalam mempercepat pemerataan akses pendidikan di Indonesia. Di tengah tantangan kesenjangan sosial dan ekonomi...

Sekolah Rakyat Bertambah, Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Bermutu

Mata Indonesia, Bogor - Upaya memperkuat pemerataan pendidikan terus dilakukan melalui penambahan Sekolah Rakyat di berbagai wilayah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk...

Sekolah Rakyat Bertambah, Akses Pendidikan Kian Luas

Mata Indonesia, Jakarta - Pemerintah terus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat prasejahtera melalui percepatan pembukaan tambahan Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April...

Pilihan Editor

Swasembada Energi melalui Konversi Energi Bersih

Oleh: Dhita Karuniawati )*Upaya mewujudkan swasembada energi menjadi salah satu agenda strategis pemerintah Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Ketergantungan terhadap energi...

Danantara dan Akselerasi PLTSa sebagai Solusi Perkotaan

Oleh: Nadira Citra Maheswari)*Pengelolaan perkotaan di Indonesia menunjukkan arah yang semakin progresif seiring meningkatnya urbanisasi dan kebutuhan layanan publik yang lebih modern. Pertumbuhan penduduk di...

Kasus Air Keras Ditangani Profesional melalui Peradilan Militer

Mata Indonesia, JAKARTA – Penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, terus berjalan secara profesional melalui mekanisme peradilan militer.Pemerintah bersama aparat...

Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Dukung Implementasi PP Tunas

Oleh: Raka Mahendra PutraUpaya pemerintah dalam memperkuat perlindungan anak di ruang digital semakin menunjukkanarah yang tegas dan terukur, terutama melalui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atauyang dikenal sebagai PP Tunas. Kebijakan ini tidak hanya menjadi instrumen hukum semata, tetapi juga mencerminkan komitmen kolektif antara pemerintah, lembaga pendidikan, orang tua, serta masyarakat luas dalam menciptakan ekosistem digital yang aman bagi generasi muda di tengah derasnya arus teknologi informasi.Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menekankanpentingnya keterlibatan aktif orang tua, tenaga pendidik, dan lingkungan sosial dalammendampingi anak saat berinteraksi dengan media sosial. Menurutnya, kehadiran orang tua tidakcukup hanya sebatas pengawasan, melainkan harus mampu membangun komunikasi yang terbuka dan memberikan edukasi yang memadai terkait risiko di dunia digital. Pendampinganyang tepat akan membantu anak memahami batasan serta memanfaatkan teknologi secara bijaksesuai dengan tahap perkembangan mereka.Arifah Fauzi juga menyoroti bahwa implementasi PP Tunas tidak akan berjalan optimal tanpadukungan penuh dari lingkungan terdekat anak. Ia menegaskan bahwa peran keluarga danmasyarakat menjadi fondasi utama dalam membentuk perilaku digital anak yang sehat. Dalamhal ini, Kementerian PPPA bersama Kementerian Komunikasi dan Digital serta berbagaipemangku kepentingan lainnya terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan kebijakantersebut, khususnya terkait pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.Sejak diberlakukan pada 28 Maret 2026, PP Tunas telah mengatur secara jelas bahwa platform digital tidak diperkenankan memberikan akses pembuatan akun kepada anak di bawah usiatersebut. Bahkan, platform juga diwajibkan untuk menonaktifkan akun-akun yang dinilaiberisiko tinggi. Pada tahap awal implementasi, delapan platform digital besar menjadi fokuspengawasan, yakni Youtube, TikTok, Facebook, Instagram, Thread, X atau Twitter, Bigo Live, dan Roblox. Kebijakan ini diterapkan secara bertahap guna memastikan kesiapan semua pihaksekaligus menjaga efektivitas pelaksanaannya.Di sisi lain, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengajak institusipendidikan untuk turut mengambil peran strategis dalam menyukseskan kebijakan ini. Ia menilaibahwa sekolah merupakan ruang penting dalam membentuk kebiasaan penggunaan teknologiyang sehat. Oleh karena itu, pendekatan melalui penguatan budaya screen time, screen zone, danscreen break atau yang dikenal dengan konsep 3S menjadi langkah konkret yang dapatditerapkan di lingkungan sekolah.Abdul Mu’ti menegaskan bahwa PP Tunas tidak bertujuan melarang penggunaan gawai secaratotal, melainkan mengatur agar penggunaannya selaras dengan kebutuhan pendidikan danperkembangan anak. Dengan pendekatan yang tepat, teknologi justru dapat menjadi alat bantupembelajaran yang efektif, bukan sebaliknya menjadi sumber distraksi atau bahkan ancamanbagi perkembangan anak.Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Indonesia termasuk negara dengan tingkat penggunaaninternet yang cukup tinggi, yakni mencapai rata-rata 7,3 jam per hari. Kondisi ini menuntutadanya regulasi yang mampu mengendalikan penggunaan teknologi, terutama bagi anak-anakdan remaja yang masih dalam tahap pembentukan karakter. Tanpa pengawasan yang memadai, penggunaan gawai yang berlebihan berpotensi memicu berbagai permasalahan, mulai daripenurunan kualitas belajar hingga keterlibatan dalam aktivitas negatif.Fenomena meningkatnya kasus kriminalitas yang melibatkan anak, baik di dunia maya maupundunia nyata, menjadi salah satu alasan kuat di balik urgensi kebijakan ini. Abdul Mu’timenyoroti adanya kecenderungan anak-anak yang terjerat praktik judi online maupun tindakankekerasan akibat kurangnya pemahaman dan kontrol dalam penggunaan teknologi. Situasi initidak hanya menghambat proses pembelajaran, tetapi juga berdampak pada perkembanganemosional dan sosial anak.Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa pemerintahtidak akan memberikan toleransi terhadap platform digital...

Pemerintah Ajak Masyarakat Gunakan BBM Secara Bijak dan Tenang

Mata Indonesia, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam membeli bahan bakar minyak (BBM)....

MATA MILENIAL INDONESIA TV

Viral

Gaya Hidup