Vaksinasi Covid19 pada Tenaga Kesehatan Membuahkan Hasil

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Vaksinasi Covid19 di Indonesia tampaknya mulai menunjukkan hasil pada tenaga kesehatan.

Pesan itu diterima Mata Indonesia News dari Ketua Junior Doctor Network (JDN) Indonesia, dr. Andi Khomeini Takdir, Senin 12 April 2021.

“Seiring dengan masifnya vaksinasi tenaga kesehatan dan buka jendela di berbagai faskes yang memungkinkan, makin jarang kita dengar meninggalnya tenaga medis,” ujar dr. Andi Khomeini.

Saat ini, seluruh tenaga kesehatan yang berjumlah sekitar 1,5 juta orang sudah mendapat vaksin.

Sekarang vaksinasi sedang diprioritaskan untuk lansia dan pekerja publik, namun kecepatan vaksinasi lansia agar tersendat karena kekhawatiran yang berlebihan.

Beberapa hari lalu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga mengungkapkan kecepatan vaksinasi agak diturunkan karena pasokan vaksin berkurang akibat embargo sejumlah negara produsennya.

Namun, dalam beberapa hari ini beberapa vaksin mulai lagi diterima Indonesia, selain meminta tambahan vaksin dari Sinovac.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini