Penerima MBG Akan Disinkronkan dengan Dapodik untuk Cegah Data Ganda

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Pemerintah terus memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui sinkronisasi data penerima dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Langkah ini dilakukan sebagai upaya memastikan bantuan diterima oleh sasaran yang tepat, mencegah terjadinya data ganda, serta meningkatkan efektivitas pemanfaatan anggaran negara.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa Dapodik merupakan basis data pendidikan nasional yang terus diperbarui sehingga dapat menjadi fondasi kuat dalam mendukung ketepatan sasaran program pemerintah.

“Sinkronisasi penerima MBG dengan Dapodik merupakan langkah strategis agar setiap peserta didik yang berhak memperoleh layanan gizi dapat terdata secara valid dan menerima manfaat secara adil,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia menambahkan, integrasi data akan menjadi fondasi penting bagi pengambilan kebijakan yang lebih tepat, terukur, dan berbasis bukti, sekaligus memperkuat tata kelola serta akuntabilitas penyelenggaraan layanan pendidikan kepada masyarakat.

“Pemanfaatan data yang terintegrasi akan meningkatkan kualitas pengambilan kebijakan sekaligus memperkuat akuntabilitas penyelenggaraan layanan publik di bidang pendidikan,” lanjut Abdul Mu’ti.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari, menjelaskan bahwa penyelarasan data dilakukan melalui pendekatan by name by address sehingga potensi data ganda maupun penerima yang tidak sesuai dapat diminimalkan.

“Integrasi data dengan Dapodik merupakan bagian dari komitmen BGN untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih tepat sasaran, efektif, dan memberikan manfaat optimal bagi peserta didik yang menjadi prioritas,” kata Agustina.

Ia juga menegaskan, pihaknya terus memperkuat sinergi dan koordinasi dengan kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah guna meningkatkan kualitas, akurasi, dan validitas data penerima secara berkelanjutan.

“Kami terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah agar kualitas data penerima semakin baik dari waktu ke waktu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Agustina menyampaikan, transparansi serta validitas data merupakan fondasi utama dalam membangun dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan Program MBG.

“Transparansi dan validitas data menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan Program MBG sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sehat dan unggul,” ujar Agustina.

Melalui integrasi data penerima dengan Dapodik, pemerintah optimistis penyaluran Program MBG akan semakin tepat sasaran, efisien, serta mampu mendukung peningkatan kualitas gizi peserta didik sebagai bagian dari investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kolaborasi Lintas Sektor Mempercepat Listrik Desa

Oleh : Antonius UtomoDi era peradaban modern saat ini, ketersediaan energi listrik telah melampaui fungsinya sebagaisekadar sumber penerangan semata. Khususnya di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal(3T), listrik merupakan infrastruktur dasar sekaligus prasyarat utama bagi terwujudnya keadilansosial, pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, dan akselerasitransformasi digital. Oleh karena itu, perluasan akses kelistrikan hingga ke pelosok desa bukansekadar program pembangunan biasa, melainkan agenda strategis nasional yang mendesakdiselesaikan demi memastikan tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam aruskemajuan zaman.Capaian pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) patutdiapresiasi secara memadai. Berdasarkan data terbaru, rasio elektrifikasi di Indonesia berhasilmenyentuh angka 99,83 persen pada triwulan pertama tahun 2026. Meski secara statistik makropencapaian tersebut menunjukkan keberhasilan yang sangat signifikan, sisa persentase sebesar0,17 persen sama sekali tidak boleh diabaikan. Angka tersebut pada hakikatnyamerepresentasikan masyarakat di wilayah geografis yang penuh tantangan, mulai pegununganterpencil hingga pulau terluar, yang masih menantikan kelistrikan. Hal ini menuntut kehadirannegara secara utuh untuk memastikan pemerataan pembangunan, menembus batas isolasi yang menghambat perbaikan tingkat kesejahteraan mereka.Langkah proaktif untuk menjangkau wilayah-wilayah tersulit tersebut terefleksikan dengansangat jelas dalam penyelenggaraan Alignment Forum Program Listrik Desa pada bulan Juli...
- Advertisement -

Baca berita yang ini