TNI-Warga Papua Semakin Harmonis karena Gelar Tradisi Tahunan di Perbatasan RI-PNG

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Hubungan antara prajurit TNI khususnya Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 711/Rks dengan warga sangat harmonis. Hal ini disebabkan adanya kegiatan tradisi tahunan sapa bersama dalam rangka tahun baru 2022 di perbatasan Kampung Wembi, Distrik Mannen, Kabupaten Keerom, Papua.

Komandan Pos Wembi Lettu Inf Yudi Ariadi menegaskan jika pihaknya sudah bertemu dan bertatap muka bersama masyarakat sebagai tradisi turun temurun di Bumi Cendrawasih, Papua, khususnya di daerah perbatasan RI-PNG.

Tidak hanya itu, selama acara berlangsung seluruh warga melepaskan canda dan gurau dengan prajurit TNI Satgas Yonif 711/Rks.

“Melalui acara ini warga kampung menyanyikan lagu-lagu daerah khas Papua bersama personel TNI di depan kampung Wembi,” kata Danpos Lettu Inf Yudi.

Selain sebagai perayaan tahun baru, momentum ini juga menjadi kesempatan untuk melestarikan tradisi. Tujuannya agar hubungan antara warga semakin rukun dan harmonis.

“Kemanunggalan TNI-Rakyat menjadi persaudaraan yang semakin erat dan diwujudkan dalam acara tradisi tahunan warga,” kata Danpos Lettu Ariadi.

Sebagai informasi, kegiatan ini memiliki cerita dan makna mendalam bagi masyarakat karena menceritakan tentang warga yang pergi merantau di luar pulau lalu kembali ke kampung halaman untuk melanjutkan tradisi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini