Tiga Wilayah Jakarta Bakal Dihantam Hujan Petir dari Siang hingga Sore Ini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – BMKG telah mengeluarkan ramalan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, Jumat 26 November 2021.

BMKG memprediksi pagi ini, Jaksel dan Jakbar bakal berawan. Sementara wilayah lainnya akan cerah berawan.

Untuk siang hari, cuma Kepulauan Seribu yang akan cerah berawan. Jakbar, Jaksel dan Jaktim akan dihamtam hujan petir. Jakpus akan diguyur hujan sedang, sedangkan Jakut bakal diguyur hujan ringan.

Namun, BMKG tetap memberikan peringatan bagi warga yang tinggal di Jakbar, Jaksel dan Jaktim.

“Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang di Jakbar, Jaksel dan Jaktim pada siang dan sore hari,” tulis BMKG.

Selanjutnya pada malam hari, cuma Kepulauan Seribu dan Jakbar yang bakal alami hujan ringan. Sementara wilayah lainnya bakal berawan.

Lalu untuk dini hari, cuma Kepulauan Seribu yang akan hujan ringan. Jaksel dan Jaktim bakal cerah berawan. Sementara wilayah lainnya akan berawan.

Adapun suhu udara Ibu Kota berkisar antara 24 derajat sampai 33 derajat celsius. Kelembaban udara berkisar 60 sampai 95 persen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kolaborasi Lintas Sektor Mempercepat Listrik Desa

Oleh : Antonius UtomoDi era peradaban modern saat ini, ketersediaan energi listrik telah melampaui fungsinya sebagaisekadar sumber penerangan semata. Khususnya di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal(3T), listrik merupakan infrastruktur dasar sekaligus prasyarat utama bagi terwujudnya keadilansosial, pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, dan akselerasitransformasi digital. Oleh karena itu, perluasan akses kelistrikan hingga ke pelosok desa bukansekadar program pembangunan biasa, melainkan agenda strategis nasional yang mendesakdiselesaikan demi memastikan tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam aruskemajuan zaman.Capaian pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) patutdiapresiasi secara memadai. Berdasarkan data terbaru, rasio elektrifikasi di Indonesia berhasilmenyentuh angka 99,83 persen pada triwulan pertama tahun 2026. Meski secara statistik makropencapaian tersebut menunjukkan keberhasilan yang sangat signifikan, sisa persentase sebesar0,17 persen sama sekali tidak boleh diabaikan. Angka tersebut pada hakikatnyamerepresentasikan masyarakat di wilayah geografis yang penuh tantangan, mulai pegununganterpencil hingga pulau terluar, yang masih menantikan kelistrikan. Hal ini menuntut kehadirannegara secara utuh untuk memastikan pemerataan pembangunan, menembus batas isolasi yang menghambat perbaikan tingkat kesejahteraan mereka.Langkah proaktif untuk menjangkau wilayah-wilayah tersulit tersebut terefleksikan dengansangat jelas dalam penyelenggaraan Alignment Forum Program Listrik Desa pada bulan Juli...
- Advertisement -

Baca berita yang ini