The Fed Turunkan Suku Bunga, Rupiah Masih akan Menguat

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Nilai tukar rupiah diramalkan akan kembali mempertahankan penguatannya atas dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa, Senin 9 September 2019.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim memperkirakan rupiah akan menguat pada kisaran Rp13.995 hingga Rp 14.100 per dolar AS.

Sebagai perbandingan, pada akhir penutupan Senin, Rupiah tercatat di posisi Rp14.034 per dolar AS atau menguat 0,47 persen.

Ibrahim mengatakan bahwa pada hari ini, rupiah akan mendapat angin segar setelah bank sentral AS diramal akan kembali melonggarkan kebijakan moneternya. Kemungkinan ini terbuka setelah Departemen Ketenagakerjaan AS mencatat penciptaan lapangan kerja AS pada Agustus hanya 130 ribu pekerjaan, atau lebih kecil dari perkiraan yakni 163 ribu.

Kemudian, investor juga mencermati dua peristiwa yang diharapkan bisa menggairahkan lagi pasar keuangan global. Yaitu rencana negosiasi dagang antara AS dan China yang diharapkan berlangsung Oktober mendatang.

Kemudian pertemuan Bank Sentral Eropa pada Kamis 12 September mendatang waktu setempat, di mana petinggi otoritas moneter Eropa kemungkinan akan memberikan stimulus demi memperbaiki ekonomi benua biru yang tengah sakit,” ujar Ibrahim pada sore ini.

Kemudian, kata Ibrahim, ekspor China yang turun 1 persen pada Agustus juga menimbulkan spekulasi bahwa China akan memperkenalkan stimulus baru.
Sementara dari internal, cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2019 tercatat sebesar 126,4 miliar dolar AS atau meningkat 500 juta dolar AS dibandingkan akhir Juli sebesar 125,9 miliar dolar AS.

“ini membuktikan bahwa ekonomi pasca perang dagang dan BREXIT masih cukup terkendali dan ini merupakan kontribusi Pemerintah dan BI yang terus bekerja sama guna untuk mengendalikan pasar sehingga dimasa negara lain terguncang ekonominya, Indonesia terus membaik ekonominya,” kata Ibrahim.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini