Tak Lagi Bertarung Bebas, Khabib Nurmagomedov Bakal Jadi Petinju

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Mendapat hukuman larangan bertarung selama sembilan bulan. Petarung seni bela diri campuran (MMA) kelas ringan UFC, Khabib Nurmagomedov berencana banting stir jadi petinju.

Hal itu diperlihatkan dirinya lewat video di akun instagramnya, dimana ia sedng berlatih tinju. Dilansir dari situs RT pada Rabu 20 Februari 2019, petarung Rusia berusia 30 tahun tersebut sedang menajamkan kemampuan bertinju dalam menyambut sebuah pertarungan yang disebut bakal berlangsung di Stadion Luzhniki pada musim panas ini.

Dalam video tersebut, Khabib tampak berlatih bersama pelatih tinju kelas dunia bernama Artur ‘Ali’ Piduriev dalam Pusat Pengembangan Tinju di Moskow. Sebelumnya Ketua Badan Organisasi Rusia Umar Kremlev membenarkan ada rencana terhadap Khabib untuk berkompetisi dalam sebuah pertarungan tinju dalam waktu dekat.

“Kami sudah berdiskusi untuk mengalihkan dia dari MMA ke tinju. Kami juga berdiskusi menyelenggarakan pertarungan tinju di Rusia. Saya belum bisa menyebut nama dari lawan bertarung Khabib karena negosiasi masih berlangsung,” katanya.

Akan tetapi kata dia, untuk menjajal kemampuannya di ring tinju, sebelumnya bertandang ke kejuaraan dunia tinju, pihaknya ingin menggelar pertarungan Khabib di Stadion Luzhniki.

“Bukan hanya Mayweather, bisa juga petinju Filipina, Manny Pacquiao. Atau beberapa nama besar lain dari dunia tinju. Untuk pertarungan seperti ini, kami berekspektasi menggaet hingga 100 ribu penonton di stadion,” ujarnya.

Saat ini Khabib masih menjalani sanksi skors dari Komisi Atletik Nevada (NAC) tak boleh bertanding di negara bagian tersebut selama sembilan bulan dan denda US$500 ribu atau setara Rp 7 miliar. Hukuman skors tersebut terhitung mulai sejak ia bertanding di UFC 229 pada Oktober 2018 dan berakhir pada Juli mendatang.

Khabib dihukum lantaran membuat kerusuhan di T-Mobile Arena, usai mengalahkan petarung Republik Irlandia Conor McGregor dengan cekikan leher di UFC 229. Ia menaiki pagar oktagon dan menyerang rekan McGregor, Dillon Danis.

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini