Sikap Ekstremisme di Gereja Sudah Berlangsung Sejak Lama

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sikap-sikap yang meliputi ekstremisme, fundamentalisme dan radikalisme ternyata sudah menjadi bagian sejarah gereja sejak lama. Pernyataan ini dikemukakan salah satu tokoh Kristen, Pendeta Richard Daulay.

Para penganut sikap ekstremisme dan radikalisme ini kerap menganggap pemahamannya tentang agama adalah yang paling benar. Maka, bila terjadi ketidaksepahaman dengan orang lain, mereka tidak segan melakukan penindasan.

Salah satu bentuk pemikiran fundamentalisme dalam Kristen yakni lahirnya Zionis. Aliran ini merupakan wujud pemikiran teologi premilinisme-fundamentalisme, kelompok yang membela Israel di semua lini.

“Kristen Zionis ini berpegang teguh kepada keyakinan bahwa bangsa Israel adalah bangsa pilihan Tuhan. Mereka menolak doktrin yang lama dipegang gereja, merasa Israel sudah dihukum Tuhan, dan digantikan gereja sebagai Israel baru,“ kata Richard.

Implikasinya adalah munculnya sikap eksklusifisme beragama di dalam dunia pluralistik. Hal ini bertentangan dengan konsep inklusifitas yang mengedepankan keterbukaan dalam menganut sebuah pandangan.

Richard juga menambahkan perbedaan sikap terhadap agama lain akan menimbulkan persepsi yang berbeda-beda. Butuh dukungan dari semua agama untuk menciptakan keamanan di tengah dunia yang majemuk.

“Butuh kemampuan agama-agama terutama Kristen, Katolik, Islam, Hindu, Buddha dan Kong Hu Cu,” kata Richard.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Tanpa Kematian Sapi, Kasus PMK di Kulon Progo Berangsur Turun: DPP Beri Obat, Vitamin, dan Siapkan Vaksin 9.200 Dosis

Mata Indonesia, Kulon Progo - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo mencatat penurunan jumlah kasus aktif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi ternak. Meski sempat melonjak pada awal 2026, kondisi terbaru menunjukkan tren membaik.
- Advertisement -

Baca berita yang ini