Manchester United, Dulu Dihujat Kini Kedinginan di Pucuk

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Manchester United kini tengah menjalani masa-masa gemilang, dengan memimpin klasemen sementara Liga Inggris.

Paul Pogba cs tidak terkalahkan sepanjang 12 pertandingan terakhir, dengan hasil sembilan kemenangan dan tiga imbang.

Pada Minggu 17 Januari 2021 lalu, MU bahkan menahan imbang Liverpool dengan skor 0-0. Setan Merah tak memberi kesempatan bagi klub asuhan Jurgen Klopp tersebut untuk mengejar ketertinggalan poin.

Sementara ini, MU bertahan di posisi puncak klasemen, dengan koleksi 37 poin dari 18 laga, unggul dua poin dari peringkat kedua Manchester City dengan 17 laga dan Leicester City dengan 18 laga.

Tentu saja, keberadaan MU di posisi teratas sementara ini, adalah keajaiban. Mengingat, pasukan Ole Gunnar Solskjaer itu sempat terseok-seok di awal musim.

Bahkan, MU sempat mencicipi posisi berbahaya di klasemen, ketika musim 2020/2021 mulai bergulir. Kemudian, harus ikhlas tidak masuk dalam 16 besar Liga Champions, setelah kalah bersaing dari Paris Saint-Germain (PSG) dan RB Leipzig.

Kala itu, kepiawaian Solskjaer dalam menangani klub mulai diragukan. Ia dihujat para penggemar, hingga muncul wacana manajemen untuk mencari penggantinya. Namun, perlahan-lahan Ole mulai menunjukkan hasil gemilang.

Apa yang membuat Setan Merah ini berubah hanya dalam waktu singkat?

Menurut legenda MU, Gary Neville, para pemain memiliki semangat dan solidaritas dalam tim. Itu menjadi kunci, sekaligus jawaban dari keragu-raguan banyak pihak.

“Saya jelas terkejut, dan smeua penggemar Manchester United tengah berbahagia. Untuk berkata delapan hingga 10 pekan lalu, bahwa mustahil memuncaki liga di bulan Januari, ya mereka tersingkir dari Eropa, inkonsisten,” kata Neville, seperti dikutip dari Sky Sports.

“Tapi ketahanan dan semangat tim mulai membaik. Saya agak sedikit terganggu, karena rasanya kemenangan bisa diraih. Tapi sejujurnya, ini sebuah langkah besar ke depan dibandingkan posisi mereka beberapa tahun terakhir,” ujarnya menambahkan.

 

 

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Wujudkan Daya Saing Global, Program Magang Nasional Diperluas ke Seluruh Indonesia

Oleh: Alya Safira )*Upaya pemerintah dalam memperkuat daya saing global terusmenunjukkan arah yang semakin terstruktur melalui perluasan Program Magang Nasional ke seluruh Indonesia. Kebijakan ini dirancang bukanhanya untuk menjawab kebutuhan jangka pendek pasar tenaga kerja, tetapi juga sebagai strategi jangka panjang dalam membangun sumberdaya manusia unggul. Di tengah dinamika ekonomi global yang kompetitif, pemerintah menempatkan peningkatan kualitas tenaga kerja sebagaiprioritas utama agar Indonesia mampu bersaing secara berkelanjutan.Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menjadi salah satu aktor pentingdalam mendorong penguatan program ini. Dalam pertemuannya bersamaMenteri Ketenagakerjaan, ia menekankan bahwa Program MagangNasional telah menunjukkan perkembangan yang signifikan, terutama darisisi antusiasme masyarakat. Tingginya jumlah pendaftar yang mencapai ratusan ribu orang menunjukkan bahwa program ini menjadi kebutuhan nyata bagi lulusanbaru yang ingin mendapatkan pengalaman kerja. Ia melihat kondisi inisebagai momentum untuk memperluas kuota peserta pada periode 2026–2027, sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan program agar semakin relevan dengan kebutuhan industri.Dalam pandangan Teddy, penguatan program tidak cukup hanya denganmenambah jumlah peserta. Pemerintah juga harus memastikan bahwasetiap peserta memperoleh pengalaman kerja yang bermakna. Oleh karena itu, program ini dirancang dengan pendekatan yang lebihkomprehensif, mencakup pembelajaran langsung di lingkungan kerjaprofesional, pendampingan oleh mentor berpengalaman, serta pemberianupah yang sesuai standar. Pendekatan ini diyakini mampu membentukkompetensi yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mencakup soft skills yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja modern.Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memberikanpenekanan pada aspek keberlanjutan program. Ia memandang bahwaProgram Magang Nasional harus menjadi bagian dari ekosistempengembangan tenaga kerja yang lebih luas. Oleh karena itu, pemerintah tidak berhenti pada penyelenggaraanmagang semata, tetapi juga menyiapkan program lanjutan sepertisertifikasi kompetensi. Dengan adanya sertifikasi ini, keterampilan yang dimiliki peserta dapat diakui secara formal dan meningkatkan peluangmereka untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.Dalam berbagai kesempatan, Yassierli juga menyoroti pentingnyamenjaga optimisme para peserta, terutama setelah merekamenyelesaikan program magang. Ia mendorong agar para...
- Advertisement -

Baca berita yang ini