Ratusan Pengemudi Ojol Minta Perda Penyesuaian Tarif di Kantor Gubernur Jateng

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEMARANG – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai aplikasi menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Senin 7 Maret 2022.

Dalam aksinya, mereka memblokir satu ruas Jalan Pahlawan. Sehingga di kawasan tersebut diberlakukan contra flow. Bahkan sejumlah polisi tampak sibuk mengatur arus lalu lintas yang berjalan tersendat.

Mereka meminta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memerhatikan nasib mereka.

Lewat poster yang dibawa dan orasi yang dilakukan, para penyedia jasa transportasi ini meminta perhatian pemerintah atas kesejahteraan mereka.

Mereka pun mendesak Ganjar merumuskan peraturan daerah (perda) terkait penyesuaian tarif bagi pengemudi ojek dan taksi daring.

Menurut mereka, tarif yang diterapkan empat aplikator yang ada di Jawa Tengah, sangat merugikan.

Mereka juga menuntut Disnakertrans Jawa Tengah mencari solusi agar para pengemudi taksi dan ojek daring ini bisa menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan.

Menurut mereka, para driver adalah buruh harian lepas yang juga dilindungi Undang-undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003.

Reporter: Egyw 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pelayanan Haji 2026 Mendapat Banyak Apresiasi

*) Oleh : Deva BarunaPelaksanaan ibadah haji tahun 2026 mendapat banyak apresiasi dari para jemaahIndonesia maupun berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraannya. Berbagaipembenahan layanan yang dilakukan sejak awal keberangkatan hingga kepulangandinilai memberikan kenyamanan yang lebih baik. Tidak sedikit jemaah yang mengakumerasa lebih tenang karena sistem pelayanan yang semakin tertata dan responsif. Mulai dari proses pemberangkatan di embarkasi, pendampingan selama di Tanah Suci, hingga layanan kesehatan dan konsumsi, semuanya berjalan dengan lebih baikdibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Situasi ini menjadi gambaran bahwa upayapeningkatan kualitas pelayanan haji terus menunjukkan hasil positif.Salah satu aspek yang paling banyak mendapat perhatian adalah peningkatanpelayanan transportasi dan akomodasi. Jemaah merasakan kemudahan saatperpindahan dari satu lokasi ibadah ke lokasi lainnya karena koordinasi petugas dinilailebih sigap dan terorganisasi. Bus antarjemput yang tersedia lebih teratur sehinggamampu mengurangi kepadatan dan antrean panjang, terutama saat puncakpelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Selain itu, fasilitas penginapanjuga dianggap semakin nyaman dengan kebersihan yang lebih terjaga serta jarak hotel yang relatif dekat dengan pusat kegiatan ibadah. Kondisi ini membuat jemaah, khususnya lanjut usia, merasa lebih terbantu dalam menjalankan rangkaian ibadah haji...
- Advertisement -

Baca berita yang ini