Persiapan Listrik untuk PON XX di Timika Sudah Hampir 100 Persen

Baca Juga

MATA INDONESIA, TIMIKA – PLN tengah berupaya merampungkan pasokan listrik di Timika untuk penyelenggaraan acara PON XX Papua yang akan dilaksanakan Oktober 2021. Kesiapan kelistrikan PON di Timika untuk cabang olahraga untuk cabang olahraga futsal, bola tangan, biliar, aeromodelling, panjat tebing, judo, tarung drajat, bola basket, atletik terbang layang dan kantor sekretariat PON.

Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Timika, Martinus Pasensi mengatakan, capaian kelistrikan PON di Timika mencapai 97 persen. Pekerjaan tersebut hampir tuntas, tinggal pemasangan LBS Three Way. Pekerjaan ini ditargetkan akan rampung pada akhir Juli 2021.

Menurut Martinus, sebagai antisipasi kendala listrik saat acara berlangsung, rencananya setiap venue akan dipasok oleh dua jalur suplai listrik. Selain itu, PLN juga telah menyiapkan genset dan Uninterruptible Power Supply (UPS) di setiap venue untuk mengamankan pasokan listrik agar kegiatan dapat berjalan dengan lancar.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk saling membantu terkait kendala-kendala selama pembangunan infrastruktur kelistrikan ini,” ujarnya, Senin 5 Juli 2021.

Ia juga memastikan bahwa pasokan daya yang berasal dari PLTD Timika dan PLTMG Timika dipastikan cukup. Total 35,3 MW daya dapat dihasilkan oleh kedua pembangkit, dengan beban puncak mencapai 25,6 MW dan menyisakan cadangan daya sebesar 9,7 MW.

Martinus pun mengungkapkan bahwa bulan ini pihaknya akan melakukan simulasi gangguan di salah satu penyulang ataupun keduanya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan sekaligus antisipasi, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Dengan kesiapan yang ada, PLN berharap event nasional ini bisa sukses dan berjalan sesuai rencana,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Arah Kebijakan Fiskal Presiden Dorong Optimisme Dunia Usaha

Oleh: Hanif Putra )*Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal(KEM-PPKF) RAPBN 2027 membawa optimisme baru bagi dunia usahadan arah pembangunan ekonomi nasional. Pemerintah menunjukkan keyakinan bahwa Indonesia memiliki fondasiekonomi yang kuat untuk menghadapi tekanan global sekaligusmempercepat pertumbuhan nasional dalam beberapa tahun mendatang.Kehadiran langsung Presiden Prabowo dalam menyampaikan kerangkakebijakan fiskal dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuatkepercayaan publik dan pelaku usaha. Pemerintah ingin memastikanbahwa arah pembangunan ekonomi nasional berada dalam kendali yang jelas, terukur, dan berpihak pada kepentingan rakyat.Presiden Prabowo menegaskan Indonesia memiliki modal besar berupabonus demografi, pasar domestik yang luas, serta kekayaan sumber dayaalam yang melimpah. Pemerintah memandang kombinasi tersebutmenjadi kekuatan utama untuk mendorong pertumbuhan ekonominasional yang lebih mandiri dan berdaya saing tinggi.Pemerintah Indonesia optimistis pasar domestik nasional memilikikapasitas yang sangat besar dan mampu menjadi penggerak utamapertumbuhan ekonomi. Dengan jumlah penduduk yang besar dan konsumsi masyarakat yang terus berkembang, pemerintah menilaiIndonesia memiliki peluang menjadi salah satu pusat pertumbuhanekonomi dunia.Selain itu, Presiden Prabowo juga memaparkan ketangguhan ekonomiIndonesia melalui capaian ekspor sejumlah komoditas strategis sepanjang2025. Pemerintah mencatat minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduanbesi menjadi penyumbang devisa besar bagi negara dengan nilaimencapai lebih dari US$65 miliar atau sekitar Rp1.100 triliun per tahun.Pemerintah menilai capaian tersebut menunjukkan posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai perdagangan global. Potensi ekonominasional juga dinilai masih sangat besar karena Indonesia memilikisumber daya strategis lain seperti nikel, tembaga, logam tanah jarang, minyak bumi, dan kekayaan maritim yang belum dimaksimalkansepenuhnya.Melihat besarnya potensi tersebut, pemerintah berkomitmen memperkuattata kelola ekonomi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan anggarannegara. Presiden Prabowo menilai peningkatan rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto menjadi langkah penting agar kemampuan fiskal Indonesia semakin kuat dan mampu mendukungpembangunan jangka panjang.Pemerintah Indonesia juga mendorong upaya introspeksi nasional dalampengelolaan ekonomi agar kekayaan alam Indonesia benar-benarmemberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Langkah ini dinilaipenting untuk memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus mengurangiketergantungan terhadap tekanan ekonomi global.Arah kebijakan fiskal yang disampaikan Presiden mendapat sambutanpositif dari kalangan parlemen. Anggota DPR RI Fraksi PKS,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini