Penyebab Kerusuhan Lapas Manado, Kebijakan Yasonna yang Timbulkan Iri

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan Tuminting, Manado karena kebijakan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang membebaskan narapidana umum dengan alasan memutus rantai penyebaran Covid19 yang dibawa virus corona. Mereka yang mengamuk adalah bandar narkoba.

“Para warga binaan narkoba merasa dianaktirikan sehingga meminta disamakan dengan warga binaan tindak pidana umum lainnya,” kata Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerjasama Kemenkumham Bambang Wiyono, Sabtu 11 April 2020.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Utara, Lumaksono SH MH. Menurutnya, mereka khawatir tertular penyakit itu di dalam Lapas.

Lumaksono mengaku di awal kerusuhan sekitar pukul 15.00 waktu setempat mereka telah melakukan pembicaraan, di mana kepala Divisi Pemasyarakatan bersama dengan petugas Lapas Tuminting, bernegosiasi kehendak mereka sebenarnya. Namun, tuntutan mereka tidak bisa dipenuhi karena tidak sesuai dengan ketentuan.

Karena negoisasi tidak berhasil dan terjadi lagi kerusuhan yang kembali memicu aksi brutal lain, Lumaksono mengaku sekitar pukul 19.00 WITA diambil keputusan kepolisian gabungan yang mengendalikan suasana.

Saat itu lah aparat gabungan masuk bersama mobil antihuru-hara ke dalam Lapas dan berhasil mengendalikan situasi.

2 KOMENTAR

  1. Ngerti ora son!!!
    Saat bangsa inu sudah banyak masalah kau bikin lagi masalah.
    Saat rakyat di kurung dalam rumah kau lepas itu biang masalah.
    Saat rakyat mulai megap megap kau beri angin segar pada narapidana..
    Idealis bokeh masalah HAM, tapi ya mikir….situasi lagi tidak ideal…

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Presiden Gunakan Reshuffle untuk Maksimalkan Capaian Program Strategis

Oleh: Windi Paramitha )*Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih sebagai langkah strategis untuk memastikan percepatan pelaksanaan program prioritas nasional. Presiden menempatkan reshuffle sebagai instrumen penting untuk menjaga efektivitas pemerintahan di tengah dinamika tantangan yang terus berkembang.Pelantikan pejabat baru yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada 27 April 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam melakukanpenyesuaian struktural. Pemerintah memandang penyegaran kabinetsebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja lembaganegara.Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung Presiden menegaskanpentingnya integritas dalam menjalankan amanah jabatan. Presidenmenekankan kesetiaan terhadap konstitusi serta tanggung jawab penuhdalam menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada negara.Struktur kabinet yang diperbarui menghadirkan sejumlah perubahansignifikan pada posisi strategis. Kepala Staf Kepresidenan sebelumnya, Muhammad Qodari, dipercaya mengemban tugas baru sebagai KepalaBadan Komunikasi Pemerintah. Perubahan ini diarahkan untukmemperkuat koordinasi komunikasi publik.Penunjukan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor StafKepresidenan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengendalianprogram prioritas. Pemerintah menilai pengalaman dan kapasitas Dudung mampu mendukung efektivitas koordinasi lintas sektor.Sektor lingkungan hidup juga mengalami penyesuaian kepemimpinan. Menteri Lingkungan Hidup yang baru, Jumhur Hidayat, diberikan amanahuntuk memperkuat kebijakan pengelolaan lingkungan secarakomprehensif. Pemerintah melihat latar belakangnya sebagai modal dalam memperluas pendekatan kebijakan.Peran Menteri Lingkungan Hidup sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq, tidakdihentikan melainkan dialihkan. Pemerintah menugaskan Hanif sebagaiWakil Menteri Koordinator Bidang Pangan guna mendukung penguatansektor strategis lainnya.Pengangkatan Abdul...
- Advertisement -

Baca berita yang ini