Pakar: Indonesia “Diserang” Varian Delta yang Porak Porandakan India

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pakar epidemiologi Pandu Riono menegaskan bukan cuma Kudus, Jabodetabek bahkan sebagian Indonesia sudah diserang Virus SARS-Cov-2 hasil mutasi yang disebut Varian Delta dengan julukan mutan ganda. Itu varian yang “memporak-porandakan” sistem kesehatan India beberapa waktu lalu.

Varian itu membuat kenaikan kasus Covid19 lebih tinggi karena kecepatan penularannya mengalahkan virus yang ada terdahulu.

“Pandemi tak terkendali akibat penularan yang terus terjadi: lebih mudah menular. Pada yang tertular: jumlah virus lebih banyak, lebih lama kemampuan menularnya,” ujar Pandu dalam pesan yang diterima Mata Indonesia News, Senin 14 Juni 2021.

Menurut Pandu, hal yang harus dilakukan adalah mencegah mobilitas penduduk yang dapat meningkatkan penularan.

Selain itu memberkuat ketahanan dengan melakukan karantina ketat diikuti tes-lacak-isolasi serta tuntaskan vaksinasi lansia.

Pakar kesehatan global yang juga pendiri Scripps Research Translational Institute, Eric Topol, menyebut varian itu sebagai yang terburuk dari jenis virus Covid19 lain yang teridentifikasi.

Sekretaris Kesehatan Inggris Matt Hancock juga mengatakan pada salah satu jumpa pers mengenai bahaya varian Delta. Varian itu 40 persen lebih mudah menular dibanding varian orisinal SARS-CoV-2 yang mengemuka di awal masa pandemi.

Varian delta yang nama lainnya B.1.617.2 pertama kali teridentifikasi di India Desember 2020. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Amerika Serikat (CDC) menyebutnya sebagai mutasi atau subvarian dari varian B.1.617, sehingga dijuluki mutan ganda.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini