Danantara Tunjukkan Indonesia Mampu Kelola Kekayaan Sendiri

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Keberadaan Danantara Indonesia menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia semakin percaya diri dalam mengelola kekayaan nasional secara mandiri. Kehadiran lembaga ini mencerminkan komitmen negara untuk mengoptimalkan aset strategis sekaligus mengarahkan investasi secara lebih terukur guna mendukung pembangunan ekonomi jangka panjang.

Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia patut bersyukur memiliki lembaga pengelola investasi negara yang dapat disejajarkan dengan sovereign wealth fund di tingkat global. Menurutnya, dengan tata kelola yang profesional dan visi jangka panjang, Danantara memiliki kapasitas untuk mengelola kekayaan negara secara optimal demi memperkuat perekonomian nasional.

“Ke depan kita harus terus memperkuat tata kelola agar pengelolaan aset negara benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menekankan akan pentingnya menjaga integritas, disiplin, dan tata kelola, serta orientasi jangka panjang dalam pengelolaan aset negara agar mampu memperkuat fondasi pembangunan ekonomi nasional.

Di samping itu, lanjutnya, Danantara dibentuk untuk memastikan pengelolaan aset negara dilakukan secara profesional dan memberikan nilai tambah nyata bagi pembangunan nasional dan kesejateraan masyarakat.

Atas apresiasi dan harapan dari Presiden Prabowo itu, CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan bahwa setahun berdiri, Danantara fokus membangun fondasi kelembagaan dan tata kelola yang kuat agar arah pengelolaan investasi negara tetap berorientasi pada manfaat jangka Panjang.

“Pengelolaan aset negara pada akhirnya harus memberikan dampak nyata bagi masa depan bangsa. Karena itu, komitmen terhadap pembangunan generasi masa depan juga menjadi bagian penting dari perjalanan Danantara Indonesia,” jelas Rosan.

Keberadaan Danantara Indonesia diharapkan menjadi instrumen strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Melalui pengelolaan aset negara yang profesional, transparan, dan terarah, potensi kekayaan nasional dapat dioptimalkan untuk mendukung pembangunan serta memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang.

Selain itu, penguatan tata kelola dan akuntabilitas menjadi kunci agar pengelolaan investasi negara berjalan efektif dan berkelanjutan. Dengan sistem yang kredibel serta mekanisme pengawasan yang kuat, kepercayaan publik dan investor terhadap pengelolaan kekayaan nasional dapat semakin meningkat.

Dengan pendekatan yang modern dan terstruktur, kehadiran Danantara Indonesia mencerminkan kemampuan Indonesia dalam mengelola sumber daya secara mandiri dan strategis. Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen negara untuk memanfaatkan kekayaan nasional secara optimal demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergitas Lintas Sektoral Pastikan Keamanan Arus Mudik

Oleh: Dwi Saputri)* Mudik Lebaran selalu menjadi momentum besar yang melibatkan pergerakan jutaanmasyarakat di seluruh Indonesia. Setiap tahun, tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kepadatan arus transportasi, tetapi juga menyangkut kesiapanin frastruktur, keamanan perjalanan, hingga kelancaran distribusi logistik. Menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terusmemperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa penyelenggaraanmudik Lebaran bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kerja bersama yang menuntut koordinasi, kesiapan, dan komitmen dari seluruh elemen pemerintahan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan mengenai pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun 2026, tercatat sebanyak 50,6 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Adapun pergerakan pemudik terbesarberasal dari Jawa Barat dengan sekitar 30,97 juta orang. Sementara itu, tujuan pemudikpaling banyak tercatat menuju wilayah Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 38,71 jutaorang. Data tersebut menggambarkan besarnya mobilitas masyarakat yang harusdikelola secara cermat agar arus perjalanan tetap terkendali. Besarnya jumlah pemudik ini tentu menuntut kesiapan sistem transportasi yang lebihmatang dibandingkan hari-hari biasa. Arus kendaraan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini