Danantara Tunjukkan Kinerja Terbaik, Jadi Sovereign Wealth Fund Kelas Dunia

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Kinerja Badan Pengelola Investasi Danantara dalam satu tahun terakhir menunjukkan perkembangan signifikan dan menempatkan Indonesia semakin diperhitungkan dalam peta investasi global. Sejak diluncurkan pada Februari 2025, lembaga sovereign wealth fund milik Indonesia ini terus memperkuat fondasi kelembagaan, memperluas jaringan investasi, serta menjalankan berbagai proyek strategis yang berdampak langsung pada perekonomian nasional.

Momentum satu tahun berdirinya Danantara menjadi refleksi atas capaian yang telah diraih. Dalam kurun waktu relatif singkat, Danantara berhasil menunjukkan performa yang tidak hanya kompetitif di tingkat nasional, tetapi juga mulai diakui dalam skala global. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bahkan menyebut bahwa keberadaan Danantara menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara yang memiliki sovereign wealth fund besar di dunia.

“Kita bersyukur, kita sekarang sudah punya suatu badan yang bisa disetarakan dengan sovereign wealth fund di dunia. Kita bersyukur sekarang Indonesia punya sovereign wealth fund mungkin ke-6, ke-7 terbesar di dunia,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, capaian tersebut menunjukkan bahwa dengan manajemen yang baik dan komitmen kuat dari pemerintah, pengelolaan aset negara dapat memberikan hasil nyata bagi pembangunan nasional.

“Kita juga bersyukur bahwa manajemen satu tahun ini sudah membuktikan bahwa dengan manajemen yang baik, dengan pengelolaan yang baik, terutama dengan will yang benar, dengan political will, dengan jiwa yang benar, hasil sudah kelihatan,” kata Presiden.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani menegaskan bahwa tahun pertama berdirinya lembaga tersebut difokuskan pada penguatan fondasi kelembagaan serta tata kelola investasi yang berstandar internasional.

“Selama satu tahun pertama ini, fokus utama kami adalah memperkuat fondasi kelembagaan, tata kelola, serta memastikan bahwa seluruh sistem pengelolaan investasi berjalan secara transparan dan profesional,” jelas Rosan.

Ia menambahkan bahwa langkah tersebut penting agar Danantara mampu menjadi lembaga investasi jangka panjang yang kredibel di mata investor global.

“Kami ingin memastikan bahwa Danantara tidak hanya menjadi pengelola investasi negara, tetapi juga menjadi mitra strategis bagi berbagai pihak di tingkat global dalam membangun proyek-proyek yang memberikan dampak ekonomi nyata,” pungkasnya.

Sejalan dengan visi tersebut, Danantara telah menyiapkan berbagai proyek investasi strategis pada tahun 2026 dengan nilai mencapai sekitar 202 triliun rupiah atau sekitar 13,1 miliar dolar AS. Investasi ini mencakup sektor-sektor prioritas seperti energi terbarukan, pengolahan industri hilir, pusat data digital, hingga penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergitas Lintas Sektoral Pastikan Keamanan Arus Mudik

Oleh: Dwi Saputri)* Mudik Lebaran selalu menjadi momentum besar yang melibatkan pergerakan jutaanmasyarakat di seluruh Indonesia. Setiap tahun, tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kepadatan arus transportasi, tetapi juga menyangkut kesiapanin frastruktur, keamanan perjalanan, hingga kelancaran distribusi logistik. Menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terusmemperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa penyelenggaraanmudik Lebaran bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kerja bersama yang menuntut koordinasi, kesiapan, dan komitmen dari seluruh elemen pemerintahan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan mengenai pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun 2026, tercatat sebanyak 50,6 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Adapun pergerakan pemudik terbesarberasal dari Jawa Barat dengan sekitar 30,97 juta orang. Sementara itu, tujuan pemudikpaling banyak tercatat menuju wilayah Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 38,71 jutaorang. Data tersebut menggambarkan besarnya mobilitas masyarakat yang harusdikelola secara cermat agar arus perjalanan tetap terkendali. Besarnya jumlah pemudik ini tentu menuntut kesiapan sistem transportasi yang lebihmatang dibandingkan hari-hari biasa. Arus kendaraan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini