Nilai Pengumuman Seleksi PTT Tak Adil, PMKRI dan GMNI Geruduk Kantor Bupati TTU

Baca Juga

MATA INDONESIA, KEFAMENANU – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kefamenanu melakukan aksi demo ke Kantor Bupati TTU pada Jumat 8 April 2022. Aksi tersebut digelar lantaran hasil pengumuman hasil seleksi Pegawai Tidak Tetap (PTT) tahun 2022 pada lingkup Pemerintahan Daerah TTU dinilai tak adil.

Agustinus Haukilo selaku Koordinator Lapangan (Korlap) aksi dari PMKRI saat diwawancarai awak media mengatakan bahwa pemerintah daerah setempat berupaya membungkam kedatangan massa aksi. Bahkan dianggap tidak bertanggung jawab atas ketimpangan yang dilakukan dalam proses perekrutan hingga pengumuman hasil seleksi PTT tersebut.

“Kami menduga Bupati sudah cemas dan takut akan kesalahan besar yang sudah dilakukan,” katanya.

Lebih lanjut Agustinus menyampaikan dua tuntutan dari PMKRI sendiri yang disampaikan di antaranya, mendesak Bupati dan Wakil Bupati untuk segera memberikan keterangan secara terbuka kepada publik TTU terkait indikator penilaian yang digunakan dalam proses perekrutan calon PTT. Serta meminta kepada Bupati untuk segera mencopot Kepala BKDPSDM dari jabatannya.

“Bupati dan Wakil Bupati harus memberikan penjelasan terkait metode atau pola penilaian seperti apa yang digunakan dalam penentuan kelulusan PTT ini, yang mana tahapan administrasi juga ada bobot nilainya.” ujarnya.

“Kami juga mendesak Bupati untuk segera mencopot Arkadius Atitus dari jabatannya karena sudah mengangkangi prodak hukum yang termuat dalam Perbup nomor 71 tahun 2021 tentang perekrutan tenaga kontrak daerah,” tambahnya.

Sementara Damianus Makun selaku Koordinator Lapangan (Korlap) aksi dari GMNI mengatakan bahwa pemerintah daerah TTU terkesan apatis dan selalu berdalih untuk tidak bertemu dengan masa aksi.

“Kami melihat bahwa Pemerintah Daerah sedang mempertontonkan sikap apatis dan memberikan alasan tidak masuk akal untuk tidak bertemu dan berdialog dengan kami,” ujarnya.

Masa aksi dari GMNI sendiri pun datang hendak menyampaikan tuntunan mereka kepada Pemerintah Daerah untuk meninjau kembali keputusan kelulusan PTT.

“Tuntutan kita itu hanya meminta kepada Pemerintah Daerah untuk melihat kembali hasil seleksi PTT dan memberikan informasi kepada publik, biar teman-teman PTT yang tidak terakomodir juga menerima akan hasil ini,” katanya.

Namun saat aksi berlangsung di depan gerbang kantor Bupati TTU hingga selesai, Bupati Juandi David tak sedikitpun menunjukkan batang hidungnya.

Masa aksi pun berencana akan kembali melakukan aksi dengan tuntutan yang sama pada Senin 11 April 2022.

Kontributor TTU : Zenobius Yancen Abi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Stabilitas BBM Terjaga, Publik Diajak Tidak TerpengaruhIsu Menyesatkan

Oleh: Harry Kusuma Putra )*Pemerintah memastikan stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) tetapterjaga di tengah dinamika global yang masih bergejolak. Kebijakan untuktidak melakukan penyesuaian harga, baik BBM subsidi maupun non-subsidi, menjadi bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakatsekaligus memastikan ketahanan ekonomi nasional tetap kuat.Keputusan tersebut diambil melalui koordinasi lintas kementerian danlembaga, serta atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama dalam setiapkebijakan strategis. Pemerintah menilai bahwa stabilitas harga energimerupakan faktor penting dalam menjaga keseimbangan ekonomi dansosial.Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa hinggasaat ini belum ada rencana penyesuaian harga BBM. Ia menekankanbahwa keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagaiaspek, termasuk kondisi global dan kesiapan nasional. Pemerintah jugamemastikan bahwa pasokan BBM berada dalam kondisi aman sertadistribusinya berjalan lancar di seluruh wilayah.Pemerintah mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudahterpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Arus informasi yang begitu cepat di era digital dinilai berpotensi memunculkan persepsi yang tidak selalu sejalan dengan kondisi faktual di lapangan. Oleh karena itu, publik diimbau untuk lebih selektif dalam menerima dan menyebarkaninformasi.Langkah pemerintah dalam menjaga harga BBM tidak semata-matamerupakan kebijakan ekonomi, tetapi juga bagian dari strategi besarmenjaga stabilitas nasional. Di tengah tekanan geopolitik global yang memengaruhi harga energi dunia, keputusan untuk menahan hargamencerminkan kesiapan pemerintah dalam mengelola risiko secaraterukur.Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memberikan apresiasiterhadap kebijakan tersebut. Ia menilai bahwa keputusan pemerintahtelah melalui proses pertimbangan yang matang dan melibatkan berbagaimasukan. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan yang diambil tidakbersifat sepihak, melainkan hasil dari koordinasi yang komprehensif.Namun demikian, dinamika di masyarakat menunjukkan adanyatantangan tersendiri, terutama terkait persepsi publik. Munculnya antreandi sejumlah SPBU akibat isu kenaikan harga menjadi indikasi bahwainformasi yang tidak terkonfirmasi dapat memicu respons berlebihan. Dalam pandangan DPR, kondisi ini perlu disikapi dengan bijak agar tidakmengganggu distribusi yang sebenarnya berada dalam kondisi normal.Pemerintah melalui berbagai saluran resmi terus menegaskan bahwatidak ada kenaikan harga BBM. Stabilitas pasokan juga dijaga melaluipenguatan cadangan energi serta pengawasan distribusi. Upaya inidilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpahambatan.Dari sisi fiskal, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikanbahwa anggaran negara cukup untuk menopang subsidi energi hinggaakhir tahun. Pemerintah telah menghitung berbagai skenario kenaikanharga minyak dunia, termasuk pada level yang lebih tinggi dari asumsiawal. Dengan perhitungan tersebut, keberlanjutan subsidi tetap terjaga.Selain mengandalkan anggaran utama, pemerintah juga memiliki bantalanfiskal yang dapat digunakan untuk mengantisipasi tekanan lebih lanjut. Sumber-sumber pendanaan lain seperti penerimaan negara dari sektorenergi serta cadangan anggaran menjadi bagian dari strategi mitigasirisiko. Pendekatan ini menunjukkan bahwa kebijakan energi tidak berdirisendiri, melainkan terintegrasi dengan pengelolaan fiskal secaramenyeluruh.Di sisi lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral juga terusmemastikan ketersediaan energi nasional berada di atas standarminimum. Hal ini memperkuat keyakinan bahwa distribusi BBM akan tetapstabil meskipun terjadi fluktuasi global. Sinergi antara kebijakan fiskal dansektor energi menjadi kunci dalam menjaga ketahanan nasional.Dalam situasi seperti ini, peran masyarakat menjadi sangat penting. Stabilitas tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi jugaoleh respons publik terhadap informasi yang beredar. Ketika masyarakatmampu bersikap rasional dan tidak mudah terprovokasi, maka potensigangguan terhadap distribusi dan konsumsi dapat diminimalkan.Pemerintah juga menekankan pentingnya penggunaan energi secara bijakdan efisien. Langkah ini tidak hanya membantu menjaga ketersediaan, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab bersama dalammenghadapi tantangan global. Kesadaran kolektif dalam mengelolakonsumsi energi akan memperkuat ketahanan nasional secarakeseluruhan.Di tengah derasnya arus informasi, pemerintah mengingatkan bahwasetiap kebijakan resmi akan disampaikan melalui kanal yang dapatdipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidakmudah percaya pada isu yang tidak jelas sumbernya. Kepercayaanterhadap informasi resmi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas.Dengan berbagai langkah yang telah diambil, pemerintah menunjukkanbahwa stabilitas energi bukan sekadar wacana, melainkan hasil dariperencanaan yang matang dan kerja nyata. Kebijakan yang berpihakpada rakyat, didukung oleh kesiapan anggaran dan pengelolaan distribusiyang baik, menjadi fondasi utama dalam menghadapi tekanan global.Pada akhirnya, kondisi yang stabil ini perlu dijaga bersama. Pemerintahtelah mengambil langkah strategis untuk memastikan harga dan pasokanBBM tetap terkendali. Kini, dukungan masyarakat dalam menyikapiinformasi secara bijak menjadi elemen penting agar stabilitas tersebutdapat terus dipertahankan di tengah dinamika global yang tidak menentu.*) Analis Kebijakan Ekonomi dan Energi
- Advertisement -

Baca berita yang ini