Mulai Padat, Sabtu Malam Tol Jakarta Cikampek Terapkan Dua Rekayasa Lalu Lintas

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menjelang libur Natal tol Jakarta-Cikampek sudah terpantau sangat padat kendaraan yang mengarah ke timur ibukota. Akibatnya petugas Jasa Marga terpaksa melakukan dua rekayasa lalu lintas.

Pada Sabtu 21 Desember 2019 malam,  diberlakukan sistem buka-tutup  pada KM 48 di Kabupaten Karawang untuk mengurai kepadatan kendaraan.

“Buka-tutup dilakukan setiap tiga menit sekali saat arus lalu-lintas padat,” kata seorang petugas Jasa Marga, Dian Iskandar, Sabtu.

KM 48 adalah titik pertemuan arus di tol bawah dan atas atau Japek elevated. Namun sistem tersebut hanya diterapkan untuk Tol Jakarta-Cikampek bawah saat volume kendaraan padat, sedangkan kendaraan dari Japek elevated tidak diberlakukan sistem tersebut.

Selain buka tutup, pengelola Jasa Marga juga sempat menerapkan sistem contra flow di KM 46 hingga KM 58.

Kepadatan kendaraan pada Sabtu 21 Desember 2019 hanya terjadi pada jalur dari Jakarta menuju Cikampek. Sedangkan arah sebaliknya cenderung normal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Komitmen Negara Majukan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Dominikus Tebay * Otonomi Khusus Papua merupakan kebijakan strategis negara yang menegaskankehadiran dan keberpihakan pemerintah pusat dalam membangun Tanah Papua secaraberkelanjutan, adil, dan bermartabat. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Otsus tidak diposisikan semata sebagai skema transfer fiskal, melainkansebagai instrumen utama untuk mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuatsumber daya manusia, serta memastikan Orang Asli Papua memperoleh manfaat nyatadari kemajuan nasional. Komitmen pemerintah untuk menjaga bahkan meningkatkanalokasi Dana Otsus pada 2026 memperlihatkan keseriusan negara dalam menjawabtantangan pembangunan Papua secara menyeluruh. Kebijakan ini mencerminkan pemahaman mendalam bahwa Papua memiliki karakteristikgeografis, sosial, dan demografis yang unik. Wilayah yang luas, sebaran penduduk yang terpencar, serta kebutuhan infrastruktur dasar yang tinggi menuntut dukungananggaran yang konsisten dan berkelanjutan. Otsus menjadi fondasi penting agar pembangunan tidak berhenti pada simbol, tetapi benar-benar menjangkau masyarakathingga ke kampung-kampung. Dalam konteks inilah, komitmen Presiden Prabowo dipandang sebagai langkah strategis yang memperkuat rasa keadilan dan kesetaraanantarwilayah di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini