Mulai Awal Maret, Kunjungi Malaysia Ngga Perlu Karantina!

Baca Juga

MATA INDONESIA, KUALA LUMPUR – Malaysia siap membuka perbatasan internasionalnya untuk semua wisatawan asing yang telah divaksinasi penuh tanpa karantina. Kebijakan ini diambil setelah gugus tugas bertenaga tinggi merekomendasikan langkah tersebut pada Selasa (8/2).

Dewan pemulihan nasional akan menyarankan Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob untuk sepenuhnya membuka kembali perbatasan paling cepat 1 Maret untuk memacu perekonomian, mantan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin, ketua dewan, mengatakan kepada wartawan.

Untuk mengelola risiko, dewan juga mengakui perlunya pengujian Covid-19 sebelum keberangkatan dan pada saat kedatangan, kata Muhyiddin. Rinciannya, termasuk jenis tes swab yang diperlukan akan diumumkan oleh Kementerian Kesehatan.

“Pembukaan kembali perbatasan harus direncanakan dengan hati-hati sejalan dengan penilaian risiko saat ini,” kata Muhyiddin, berbicara di ibukota administratif negara itu, Putrajaya, melansir Asia Nikkei, Selasa, 8 Februari 2022.

Malaysia telah menutup perbatasan internasionalnya untuk turis asing sejak Maret 2020, ketika negara itu menemukan infeksi Covid-19 pertamanya. Dengan begitu, satu per satu negara di Asia Tenggara secara bertahap mulai membuka perbatasan internasional.

Statistik kementerian pariwisata Malaysia menunjukkan negara itu kehilangan sekitar 165 miliar Ringgit dari sektor pariwisata untuk periode 2021. Produk domestik bruto kembali merosot ke kontraksi pada kuartal ketiga, di -4,5 persen, setelah beberapa pembatasan Covid-19 diberlakukan kembali.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Tanpa Kematian Sapi, Kasus PMK di Kulon Progo Berangsur Turun: DPP Beri Obat, Vitamin, dan Siapkan Vaksin 9.200 Dosis

Mata Indonesia, Kulon Progo - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo mencatat penurunan jumlah kasus aktif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi ternak. Meski sempat melonjak pada awal 2026, kondisi terbaru menunjukkan tren membaik.
- Advertisement -

Baca berita yang ini