Miris, Pemerintahan Taliban Hanya Mampu Gaji Pegawai dengan Gandum

Baca Juga

MATA INDONESIA, KABUL – Pemerintahan Taliban bekerja keras demi memulihkan situasi di Afghanistan. Kelompok tersebut menyatakan tengah memperluas program makanan untuk bekerja dengan menggunakan gandum untuk membayar puluhan ribu pekerja di sektor publik.

Sebagaimana diketahui bahwa Afghanistan dilanda krisis ekonomi dan kemanusiaan yang semakin dalam, khususnya sejak Taliban menguasai negara itu pada 15 Agustus 2021.

PBB turun tangan, meminta bantuan kemanusiaan sebesar 4,4 miliar USD untuk Afghanistan. PBB mengatakan bahwa dana tersebut dibutuhkan tahun ini karena separuh penduduk Afghanistan hidup dalam bayang-bayang kemiskinan.

Bantuan demi bantuan terus berdatangan, meski negara pemberi tidak mengakui pemerintahan Taliban. Seperti Indonesia yang belum lama ini mengirimkan dua pesawat yang membawa bantuan kemanusiaan untuk negara yang terletak di antara Asia Tengah dan Asia Selatan itu.

Kini, gandum yang sebagian besar merupakan sumbangan dari India digunakan oleh Taliban untuk membayar sekitar 40 ribu pekerja dengan 10 kg gandum per hari, demikian dikatakan pejabat pertanian Afghanistan.

“Program yang sebagian besar digunakan untuk membayar pekerja di ibu kota Kabul, akan diperluas ke seluruh negeri,” tambahnya, melansir Yahoo News, Rabu, 12 Januari 2022.

Taliban telah menerima pengiriman 18 ton gandum dari Pakistan dengan janji 37 ton lagi dan sedang dalam pembicaraan dengan India lebih dari 55 ton, menurut Fazel Bari Fazli, wakil menteri administrasi dan keuangan di Kementerian Pertanian Afghanistan.

Ia tidak mengatakan berapa banyak gandum yang baru disumbangkan dapat digunakan untuk membayar pekerja dan berapa banyak yang akan didistribusikan sebagai bantuan kemanusiaan.

Dalam beberapa bulan terakhir, keuangan negara telah terpukul keras oleh sejumlah masalah besar seperti sanksi yang diberikan kepada anggota Taliban, aset bank sentral yang dibekukan, dan penangguhan bantuan asing, yang hingga tahun lalu mendukung perekonomian.

“Kami memasuki tahun 2022 dengan tingkat kebutuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya di antara perempuan, pria, dan anak-anak Afghanistan. Sebanyak 24,4 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan – lebih dari setengah populasi,” kata Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan.

PBB menyoroti bahwa di atas serangkaian krisis yang diderita negara itu, Afghanistan sekarang berada di tengah-tengah salah satu kekeringan terburuk dalam beberapa dekade.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bersinergi Tolak Politik Identitas Dalam Pilkada 2024

Di tengah gemuruh persiapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024, suara-suara yang menolak politik identitas semakin nyaring terdengar. Aksi bersama...
- Advertisement -

Baca berita yang ini