Kontingen Kalsel dan Aceh Puas dengan Pelayanan Panitia Peparnas Papua

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAYAPURA – Para kontingen yang datang berlaga di Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua mengaku puas dengan servis yang diberikan oleh panitia. Salah satunya diungkapkan oleh Pelatih Tolak/Lempar Cakram Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhron.

Menurutnya, semua fasilitas dan sarana yang diberikan panitia penyelenggara cukup baik dan sangat nyaman dan aman bagi atletnya.

“Sangat baik, seperti transportasi, penginapan maupun konsumsi atlet kontingan cukup memadai,” ujarnya menukil InfoPublik.id, Jumat 12 November 2021.

Ia menjelaskan bahwa tujuan utama atletnya ikut Peparnas adalah fokus bertanding dan mencapai prestasi maksimal. Namun demikian semua Fasilitas dan sarana yang diberikan Panpel penting juga untuk lebih mendorong rasa aman saat bertanding bagi atlet.

Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa masih ada beberapa fasilitas toilet kadang tidak ada airnya seperti toilet di kawasan Arena Atletik kawasan Stadion Lukas Enembe, tapi panitia sigap memenuhinya.

“Meski toilet tersedia di lantai dua tersedia airnya namun dirasakan cukup berat karena harus naik tangga. Nah begitu lapor panitia, bisa diatasi,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ofisial Cabang Olahraga (Cabor) Menembak Aceh, Teuku Zulkarnaen. Menurutnya, sarana dan fasilitas yang diberikan oleh Panpel cukup baik, aman dan nyaman. Meski ada kekurangan itu biasa dan lumrah bagi penyelenggara. “Tujuan kami datang bertanding dan menang untuk meraih medali,” katanya.

Ia mengatakan bahwa layanan terbaik yang diberikan di Papernas XVI Papua ini menjadi acuan Peparnas ke-XVII empat tahun mendatang yang rencananya diselenggarakan di Aceh.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini