Kasus ‘Gundik’ Bos Garuda, Siwi Sidi Mangkir dari Panggilan Penyidik Polda Metro

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pramugari Garuda Indonesia Siwi Widi Purwanti dipastikan tak memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus ‘Gundik’ Bos Garuda Indonesia. Siwi gagal dimintai keterangannya ihwal laporan terhadap akun twitter @digeeembok lantaran ada schedule terbang.

“Siwi hari ini tugas terbang ke Shanghai, jadi tidak mungkin hadir [pemeriksaan] di Polda,” ujar Pengacara Siwi, Vidi G Syarif di Jakarta, Senin 13 Januari 2020.

Bahkan pihaknya mengaku tak menerima informasi soal rencana pemanggilan terhadap kliennya untuk diperiksa pada hari ini. “Enggak ada informasi soal pemanggilan hari ini,” ujarnya.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyatakan Siwi bakal diperiksa penyidik sebagai pelapor atas akun Twitter @digeeembok hari ini. Selain Siwi, penyidik disebut juga bakal memeriksa dua saksi lainnya.

Akun @digeeembok dikenal aktif mengungkap informasi-informasi terkait dugaan skandal di Garuda Indonesia. Arus informasi itu digelontorkan berbarengan dengan pengungkapan kasus penyelundupan motor dan sepeda mewah yang dilakukan mantan Dirut Garuda Ari Aksara.

Nama Siwi muncul dalam beberapa utas yang dibuat @digeeembok. Siwi dituduh sebagai gundik atau wanita simpanan mantan Direktur Human Capital PT Garuda Indonesia Heri Akhyar.

Akun itu menuding Siwi menggunakan uang negara untuk kepentingan pribadi, seperti membeli mobil mewah dan operasi plastik. Atas perbuatan tak menyenangkan tersebut, Siwi lantas melaporkan akun @digeeembok ke Polda Metro Jaya pada 28 Desember 2019 dengan dugaan pencemaran nama baik.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini