Kaget Duit Kemensos Banyak, Risma Mau Bikin Sistem Pengaman Super Ketat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menteri Sosial Tri Rismaharini berjanji akan membuat sistem pengaman keuangan kementeriannya tidak bisa diganggu dari luar termasuk dirinya, karena anggaran di kementerian itu sangat banyak. Untuk data saja sampai Rp 1,3 triliun.

Dia bahkan sudah mengkomunikasikannya kepada Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial (Kemensos) agar berhati-hati mengelola uang sebesar itu. Jika bisa dihemat akan dialihkan membantu masyarakat.

“Ini butuh kehati-hatian mengelola uang itu. Ini bukan duit ku, sementara masyarakat mengumpulkan duit itu dengan keringat. Aku harus hati-hati sekali. Itu kan dari pajaknya rakyat,” ujar Risma saat berbincang dengan wartawan Surabaya yang dikutip Sabtu 26 Desember 2020.

Kondisi itu yang membuatnya akan membuat sistem supaya anggaran itu sulit diganggu siapa saja termasuk dirinya.

Maka, Risma berpikir perlu sistem elektronik untuk membuat anggaran tersebut tidak bisa diganggu dari luar.

Apalagi, Risma menyebut kementerian yang dipimpinnya sebagai lembaga untuk menangani orang-orang yang kesulitan dan sedih sehingga secara psikologis menjadi tugas yang berat untuknya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini