TANGERANG SELATAN, Minews – Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) siap meresmikan Tangsel ONE (Tangerang Selatan One System) sebagai pusat layanan digital terpadu berbasis chat-first AI pada 30 April 2026 mendatang. Inovasi ini hadir untuk menjawab tantangan akses informasi dan layanan publik yang dinamis di wilayah Tangerang Selatan melalui sistem yang lebih efisien dan terhubung.
Kepala Dinas Kominfo Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, menyatakan bahwa kehadiran platform ini merupakan langkah nyata menuju transformasi digital pemerintahan kota yang lebih cerdas, transparan, dan responsif. Menurutnya, Tangsel ONE didesain untuk menghadirkan pelayanan publik—khususnya pengurusan perizinan—yang humanis dengan memangkas hambatan birokrasi melalui teknologi AI agentic.
“Masyarakat Tangerang Selatan hidup di kota yang dinamis dan terus tumbuh. Seiring dengan meningkatnya aktivitas, muncul tantangan baru mengenai bagaimana informasi dan kebutuhan warga bisa diakses dengan cepat, mudah, dan terhubung dalam satu sistem yang efisien. Tangsel ONE lahir untuk menjawab tantangan itu sebagai pusat layanan digital terpadu,” ujar TB Asep Nurdin di Serpong, Selasa 24 April 2026.
Lebih lanjut, TB Asep Nurdin menjelaskan bahwa platform ini menggabungkan kecanggihan satu data dengan kemudahan berbasis percakapan. Hal ini memungkinkan warga untuk mengurus berbagai keperluan publik, mulai dari perizinan hingga aduan, cukup melalui interaksi di aplikasi WhatsApp tanpa perlu kontak fisik yang rumit. Tidak hanya soal birokrasi, Tangsel ONE juga menjadi panduan gaya hidup digital bagi warga maupun pendatang.
“Bagi kami, smart city bukan sekadar soal teknologi atau digitalisasi semata. Ini tentang manusia—tentang warga Kota Tangerang Selatan yang berhak mendapatkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan benar-benar memudahkan hidup mereka. Teknologi hanyalah alat, tetapi tujuan utamanya adalah menghadirkan pemerintah yang lebih hadir, lebih responsif, dan lebih peduli pada kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
“Melalui Tangsel ONE, masyarakat juga bisa dengan mudah mencari informasi seputar Kota Tangsel. Mulai dari rekomendasi destinasi wisata, eksplorasi kuliner lokal, hingga informasi layanan publik lainnya. Semua tersaji dalam satu ruang obrolan,” tambah Asep.
Mengenai aksesibilitas, masyarakat dapat menjangkau layanan ini secara instan melalui kanal digital. TB Asep Nurdin menekankan bahwa kemudahan akses adalah kunci dari ekosistem contactless yang sedang dibangun.
“Peluncuran resmi layanan ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada 30 April 2026. Untuk mengaksesnya sangat mudah, warga cukup melakukan pemindaian (scanning) pada kode QR yang telah kami sediakan di berbagai kanal informasi resmi atau melalui papan reklame di sudut-sudut kota. Setelah itu, warga akan langsung diarahkan ke ruang percakapan WhatsApp resmi Tangsel ONE untuk memulai layanan,” jelas TB Asep Nurdin.
Visi besar dari Tangsel ONE ini adalah menyatukan seluruh layanan publik ke dalam satu kanal komunikasi yang proaktif. Dengan sistem AI yang terus belajar dari data, efisiensi dalam pengurusan izin dan penyediaan informasi publik diharapkan dapat meningkat secara signifikan. Selain itu, sistem digital ini menjamin objektivitas layanan sehingga tidak akan ada lagi diskriminasi dalam layanan perizinan di Tangerang Selatan.
“Visi kami adalah mewujudkan tata kelola kota yang cerdas melalui satu kanal komunikasi terpadu. Kami ingin menyatukan seluruh layanan publik dalam satu platform berbasis chat serta meningkatkan efisiensi pengurusan izin, aduan, dan informasi publik melalui sistem AI yang proaktif,” papar TB Asep Nurdin.
Secara filosofis, identitas visual Tangsel ONE melambangkan fondasi integrasi mutlak. Bingkai gelembung percakapan pada logo tersebut mencerminkan alur pelayanan yang responsif dan tanpa hambatan (seamless governance) bagi masyarakat.
“Logo Tangsel ONE dengan angka satu merupakan simbol integrasi mutlak yang mewakili fondasi ‘Satu Akses’ dan ‘Satu Data’. Ini menegaskan bahwa ribuan layanan kota kini terhubung dalam satu pintu solusi yang pasti dan terpercaya, sementara bingkai chat bubble melambangkan alur pelayanan publik yang efisien dan tanpa hambatan,” tambahnya.
Pengembangan platform ini juga mengedepankan sisi kemanusiaan dengan gaya bahasa yang ramah namun tetap profesional. Sebagai “asisten kota” yang beroperasi 24/7, Tangsel ONE diharapkan mampu memberikan informasi akurat dan valid langsung dari sumber resmi pemerintah.
“Melalui Tangsel ONE, kami memposisikan diri sebagai ‘asisten kota’ yang siap membantu selama 24 jam penuh setiap harinya. Kami menggunakan gaya bahasa yang ramah dan dekat layaknya teman ngobrol di WhatsApp, namun tetap profesional untuk menjaga citra Pemkot Tangsel yang modern,” kata TB Asep Nurdin.
TB Asep Nurdin optimististis bahwa dengan jargon “Satu Akses, Satu Data, Satu Tangsel”, transformasi digital di Tangerang Selatan akan semakin nyata dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Ini adalah langkah nyata menuju transformasi digital pemerintahan kota. Sesuai dengan tagline kami, ‘Satu Akses, Satu Data, Satu Tangsel’, karena di sini, melalui kampanye #MulaidariChat, semua jadi mudah,” pungkasnya.

