Ini Bukti PM Selandia Baru adalah Perempuan Cool

Baca Juga

MATA INDONESIA, SELANDIA BARU – Video keren menggambarkan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern pantas dijuluki perempuan yang cool, tidak gampang panik seperti perempuan pada umumnya. Itu terbukti ketika perempuan 39 tahun itu hanya sedikit terkejut saat gempa mengguncang tempat berdirinya.

Padahal waktu itu dia sedang dalam sesi wawancara langsung dengan Newshub. Gempa itu membuat beberapa flyer di belakangnya bergerak dan tempat dia berdiri juga bergetar.

Tetapi, Jacinda tidak berteriak panik seperti perempuan lain. Di justru dengan tenang tetap berdiri di tempatnya bahkan mengingatkan sang host bahwa sedang terjadi gempa.

“Tunggu, ada gempa terasakah di tempat kamu? Lihat semua benda bergerak di belakang saya,” begitu Jacinda mengungkapkannya dengan tenang kepada host wawancara tersebut yang dilihat Selasa 26 Mei 2020.

Seketika sang host menawarkan apakah wawancara itu akan dilanjutkan atau disetop dan dilanjutkan saat gempa sudah berlalu.

Jacinda memilih menghentikan wawancara karena khawatir lampu-lampu yang bergantungan di atasnya terjatuh akibat guncangan gempa sehingga menimpa dirinya.

Gempa yang terjadi di ibu kota Selandia Baru itu tercatat dengan magnitudo 5,8 yang berpusat di kedalaman 37 kilometer arah barat laut Levin di utara Wellington.

Gempa susulan juga terjadi dengan magnitudo 3,5, kemudian 3,6 dan selanjutnya 3,7.
Layanan Darurat di Wellington menyebutkan tidak ada laporan mengenai kerusakan akibat gempa. Semua layanan kereta di Wellington dihentikan sementara sambil para tenaga teknis mengevaluasi dampak akibat gempa, ungkap layanan Metlink setempat lewat Twitter.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini