Ini Agenda Presiden Jokowi di KTT G-20 Osaka

Baca Juga

MINEWS.ID, OSAKA – Setiba di Bandara Internasional Kansai Osaka, Jum’at 28 Juni 2019 pagi waktu Jepang, Presiden Jokowi langsung disambut Wakil Menlu Jepang Toshiko Abe, lalu diantar menemui Perdana Menteri Shinzo Abe di Gedung Intex Osaka tempat KTT G20 dilaksanakan.

Shinzo Abe langsung menyalami Presiden Jokowi dan langsung menuju tempat pelaksanaan KTT tersebut.

Pada kesempatan itu Jokowi juga tampak berbincang sejenak dengan para pemimpin anggota G20 yang hadir. Dia mengenakan setelan jas berwarna biru tua dengan dasi warna merah.

Pada pertemuan tersebut, Jokowi juga dijadwalkan melaksanakan pertemuan bilateral di antaranya dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-In dan Presiden Republik Rakyat China (RRC) Xi Jinping.

Turut menyertai Presiden dalam agenda G20 kali ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong.

Di KTT tersebut Jokowi akan masalah ekonomi digital serta cara mengatasi kesenjangan sosial.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini