Inggris vs Italia: Kesempatan Kedua ‘Football Is Coming Home’

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Jargon ‘Football Is Coming Home’ digaungkan fans Inggris pertama kali di Piala Dunia 2018. Kini, ada kesempatan kedua mewujudkan jargon tersebut.

Inggris akan menghadapi Italia di final Piala Eropa 2020, Senin 12 Juli 2021 dini hari WIB di Stadion Wembley. Main di kandang sendiri, The Three Lions sedikit diunggulkan dari Azzurri.

Pencapaian terbaik Inggris di Piala Eropa adalah babak semifinal. Sebelumnya, tim besutan Gareth Southgate hanya satu kali tampil di final turnamen besar, yakni Piala Dunia 1966 dimana mereka berhasil menjadi juara.

Lolos ke final Piala Eropa sudah merupakan sejarah bagi Inggris. Tapi, mereka tak ingin hanya menjadi runner-up. Gaung ‘Football Is Coming Home’ harus diwujudkan. Sebelumnya, fans Inggris dibuat optimistis dengan peluang tim kesayangannya di Piala Dunia 2018. Sayang, laju mereka terhenti di semifinal.

Kini, jargon ‘Football Is Coming Home’ kembali bergema seiring makin dekatnya trofi jatuh ke genggaman tangan Inggris. Animo fans semakin besar. Kali ini, mereka berharap ‘Football Is Coming Home’ bisa terwujud.

Kapten tim Harry Kane bertekad membawa Inggris juara dan mengukir rekor baru untuk Negeri Ratu Elizabeth.

“Kami punya keyakinan tinggi dalam tim. Kami punya kekuatan dalam skuat, tapi banyak hal bisa terjadi dalam partai final dan kami harus memastikan berada di sisi yang benar,” kata Kane, di laman resmi Piala Eropa 2020.

“Kami sudah melewati banyak tantangan sepanjang jalan, tapi di awal turnamen kami memang menargetkan menjadi juara dan kini peluang itu ada. Melihat antusias fans di jalanan dan di luar hotel, itu menunjukkan betapa besar dan pentingnya laga ini,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Tanpa Kematian Sapi, Kasus PMK di Kulon Progo Berangsur Turun: DPP Beri Obat, Vitamin, dan Siapkan Vaksin 9.200 Dosis

Mata Indonesia, Kulon Progo - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo mencatat penurunan jumlah kasus aktif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi ternak. Meski sempat melonjak pada awal 2026, kondisi terbaru menunjukkan tren membaik.
- Advertisement -

Baca berita yang ini