Indonesia Kecam Israel atas Kekerasan terhadap Palestina

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri melayangkan kecaman terhadap tindakan represif polisi Israel terhadap warga Palestina yang beribadah di Masjid Al –Aqsa di Kota Tua Yerusalem.

Sebagaimana diketahui, bentrokan terjadi antara pengunjuk rasa Palestina dan polisi Israel di luar Kota Tua Yerusalem pada Sabtu malam (8/5) waktu setempat. Ketika puluhan ribu jamaah umat Muslim berdoa di Masjid Al-Aqsa pada malam Lailatul Qadar.

Selain itu, Kementerian Luar Negeri Indonesia juga melayangkan kecaman atas pengusiran paksa yang dilakukan aparat keamanan Israel terhadap enam waga Palestina dari wilayah Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur.

“Pengusiran paksa dan tindakan kekerasan tersebut bertentangan dengan berbagai resolusi DK PBB, hukum humaniter internasional, khususnya Konvensi Jenewa IV tahun 1949, dan berpotensi menyebabkan ketegangan dan instabilitas di kawasan,” berikut pernyataan Kementerian Luar Negeri Indonesia dalam akun Twitter, Minggu, 9 Mei 2021.

Ketegangan meningkat di Yerusalem –tempat ibadah untuk tiga agama, Islam, Yahudi dan Kristen, sepanjang bulan suci Ramadan, khususnya di 10 malam terakhir. Dalam agama Islam Yerusalem disebut sebagai Al-Haram Asy-Syarif atau tanah suci yang mulia.

Terutama pada Jumat dan Sabtu malam waktu setempat. Di mana ratusan aparat kepolisian Israel –dengan pasukan berkuda dan polisi dengan perlengkapan anti huru-hara, komplet dengan granat kejut serta meriam air, bentrok dengan warga Palestina.

Sedikitnya 80 orang dilaporkan terluka, termasuk anak di bawah umur dan satu tahun. Sebanyak 14 korban luka dibawa ke rumah sakit, kata Bulan Sabit Merah Palestina. Polisi Israel mengatakan setidaknya satu petugas mereka terluka.

Menanggapi peristiwa di 10 malam terakhir bulan Suci Ramadan ini, Pemerintah Indonesia mendesak langkah tegas dari masyarakat dunia untuk menghentikan tindakan represif dan pengusiran paksa yang dilakukan tentara Israel terhadap warga Palestina.

Bentrokan meletus setiap malam di Sheikh Jarrah Yerusalem Timur – lingkungan tempat banyak keluarga Palestina menghadapi penggusuran dalam kasus hukum yang sudah berjalan lama.

Komisaris Polisi Yaakov Shabtai mengatakan petugas tambahan dikerahkan di Yerusalem pada Sabtu untuk memungkinkan kebebasan beribadah dan menjaga ketertiban dan keamanan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini