Hii, Natal di Negara-Negara Ini Bukan untuk Bersuka Cita, Justru Dibikin Jadi Seram

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Natal biasanya identik dengan sesuatu yang menyenangkan. Namun siapa sangka terdapat tradisi natal yang cukup aneh bahkan terbilang mengerikan di beberapa belahan dunia. Berikut ulasannya untuk Anda.

1. Pawai Tengkorak Kuda (Wales)
Jika Pawai pada umumnya kental dengan iring-iringan yang bernuansa ceria, berbeda dengan Wales, Inggris. Di sana terdapat pawai tengkorak kuda untuk menyambut hari raya Natal. Orang-orang pedalaman akan mengarak belasan hingga puluhan tengkorak kuda dengan tonggak besi atau kayu yang dipegang seseorang bertutupkan kain putih di sekeliling tubuhnya serta ditambahi berbagai macam hiasan yang identik dengan natal. Pawai tersebut berlangsung pada malam natal dengan berkeliling desa.

2. Mitos Hantu Danny (Afrika Selatan)
Mitos tersebut diceritakan orang tua di sana kepada anaknya agar tidak memakan kue natal sebelum waktunya. Dalam mitos tersebut dikisahkan bahwa dahulu ada seorang anak bernama Danny yang menghabiskan kue natal tersebut sebelum waktunya. Sang nenek yang mengetahui kelakuan cucunya kemudian marah dan akhirnya membunuh bocah tersebut. Hantu Danny dipercaya akan mendatangi setiap rumah pada malam natal terutama bagi anak-anak yang memakan kue natal sebelum waktunya.

3. Makan Paus Mentah dan Anjing Laut Isi (Greenland)
Biasanya pada saat malam natal akan ada perayaan berupa makan bersama, hal tersebut juga dilakukan di Greenland. Namun menu yang disajikan sangat berbeda bahkan terkesan menyeramkan bila dibandingkan dengan menu pada umumnya. Di sana mereka menyajikan Menu bernama “Mata” yaitu berisi kulit ikan dan lemak paus mentah.

Menu kedua yang disajikan adalah “Kipyak” berisi burung auk yang dimasukkan ke dalam kulit anjing laut dan telah melewati proses fermentasi selama setengah tahun.

4. Membakar Roh Jahat (Guatemala)
Saat Natal dan tahun baru, orang-orang di Guatemala akan mengadakan pengusiran roh jahat secara besar-besaran. Mereka akan mengumpulkan debu dan kotoran yang nantinya akan di tumpuk dalam satu tempat khusus, kemudian dibuatlah patung menyerupai iblis atau setan yang nantinya diletakkan di atas tumpukan debu dan kotoran tersebut. Patung tersebut kemudian akan dibakar bersama debu dan kotoran yang telah dikumpulkan masyarakat. Hal ini dipercaya penduduk setempat dapat mengusir roh jahat disana.

5. Menyiksa Replika Kambing (Swedia)
Masyarakat di sana menyambut natal dengan cara yang terbilang cukup mengerikan. Mereka akan membuat replika kambing dengan menggunakan jerami, umumnya berukuran besar. Kambing tersebut nantinya akan dilakukan tindakan penyiksaan yang cukup brutal. Tercatat mulai tahun 1960 masyarakat telah melakukan hal ini dan tiap tahun hampir berbeda cara menyiksanya. Mulai dari dibakar, ditabrak dengan kendaraan, bahkan hingga mengangkat kambing tersebut menggunakan helicopter.

Itulah kelima perayaan paling mengerikan diberbagai belahan dunia. Buat kalian yang takut mengalaminya, jangan coba-coba kesana yaa!(Widyo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini