Elektabilitas Kalah dari Ganjar Pranowo, Prabowo Masih Ngotot Kejar Kursi Presiden?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTAPrabowo Subianto masih mungkin menang menjadi Presiden Indonesia hari ini. Hal itu sesuai dengan hasil survei Voxpopuli Research Center yang menemukan elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra tersebut paling tinggi.

Elektabilitasnya jauh di atas Ganjar Pranowo yang sekarang menjabat Gubernur Jawa Tengah, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bahkan Ridwan Kamil yang sekarang menjabat Gubernur Jawa Barat.

“Ganjar, Anies, dan Ridwan Kamil (RK) elektabilitasnta cukup tinggi. Membayangi elektabilitas Prabowo,” ujar Direktur Eksekutif Voxpopuli Research Center Dika Moehamad dalam keterangan tertulis kepada pers di Jakarta, Selasa, 9 Juni 2020.

Hasil survei itu menunjukkan elektabilitas Prabowo masih 18,6 persen. Di bawahnya Ganjar Pranowo 15,6 persen, disusul Anies dengan 11,3 persen dan terakhir Ridwan Kamil 11,6 persen.

Posisi strategis kepala daerah dalam menentukan kebijakan penanganan Covid19 seharusnya menguntungkan secara politik dalam kontestasi elektoral. Tetapi, kenyataannya elektabilitas ketiga kepala daerah terkenal tersebut masih kalah dari Prabowo.

Hanya Ganjar Pranowo yang tampaknya bisa memanfaatkan keuntungan menjadi kepala daerah tersebut, karena dia menempel ketat elektabilitas Prabowo.

Sementara Sandiga Uno yang berpengalaman sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta dan calon wakil presiden tidak menunjukkan hasil cemerlang. Elektabilitasnya hanya 9,3 persen di bawah Ridwan Kamil.

Lalu elektabilitas tokoh lainnya berturut-turut adalah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (6,4 persen), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (5,1 persen), Menteri BUMN Erick Thohir (3,7 persen), Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (3,0 persen), dan Menko Polhukam Mahfud MD (1,1 persen).

Survei itu dilakukan pada 26 Mei hingga 1 Juni 2020, melalui telepon kepada 1.200 responden yang diambil secara acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error survei sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini