Dikabarkan Mualaf, Begini Penampilan Lidya Pratiwi Usai Dipenjara 14 Tahun

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Artis Sinetron Lidya Pratiwi diketahui resmi bebas setelah dipenjara selama 14 tahun karena terlibat dalam pembunuhan berencana sang kekasih, Naek Gonggom Hutagalung.

Namun, sebelum akhirnya bebas secara resmi, Lidya diketahui telah bebas bersyarat pada 29 April 2013 lalu. Ia bebas setelah mendapat resmi 30 bulan atau dua setengah tahun penjara.

“Bahwa sebelum mendapatkan pembebasan bersyarat, Lidya Pratiwi bt Heryanto telah menjalani sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP), tanggal 28 Maret 2013, No.XVII 268/5996 dan telah menjalani pembebasan bersyarat sejak 29 April 2013,” demikian keterangan media dari Kementerian Hukum dan HAM.

Lidya dibebaskan lebih cepat dari masa hukuman karena mendapat remisi sebanyak 30 bulan. Ia juga dinilai telah memenuhi syarat substantif dan administratif. Masa percobaan pembebasan Lidya Pratiwi pun telah berakhir sejak 24 November 2018.

Sebelum masuk bui, Lidya diketahui aktif mewarnai jagat sinetron sejak tahun 2000. Salah satu dan yang ikut melambungkan namanya, saat Lidya bermain dalam sinetron Untung Ada Jinny beberapa tahun lalu.

Saat membintangi Film Untung ada Jini
Saat membintangi Film Untung ada Jini

Selain itu Lidya juga pernah ikut serta sebagai pemeran dalam sinetron Ande-Ande Lumut yang tayang di televisi tanah air saat itu.

Karirnya pun terhenti pada tahun 2006, padahal saat itu nama Lidya tengah dikenal masyarakat. Lidya dituduh bersekongkol dalam melakukan pembunuhan terhadap Naek Gonggom Hutagalung.

Dalam Sidang perdana kasus itu terjadi pada 18 September 2006. Saat itu, Lidya Pratiwi diteriaki pembunuh oleh keluarga Naek.

Padahal otak dari pembunuhan berencana tersebut adalah sang ibu dan pamannya, Vince Yusuf dan Tony Yusuf.

Motif pembunuhan adalah paman Lidya yang terlilit utang. Karenanya, dia ingin merampas harta Naek.

Setelah merampas harta Naek, ibu dan Paman Lidya ingin meninggalkan korban. Namun, mereka khawatir, karier Lidya anjlok karena kasus tersebut.

Ibu dan pamannya pun ditangkap terkait pembunuhan tersebut. Tak lama Lidya juga ikut diproses karena dianggap mengetahui tapi membiarkan pembunuhan itu terjadi.

Lidya Pratiwi bebas

Hingga kini, belum diketahui kondisi Lidya setelah bebas. Namun pesinetron itu sempat dikabarkan menjadi seorang mualaf dan memperdalam ilmu agama Islam sejak masih di balik jeruji besi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ekonomi Rakyat Menguat Lewat Sektor Riil yang Tangguh dan Berdaya Saing

*) Oleh: Dinda ParamitaKetahanan ekonomi nasional tidak hanya ditentukan oleh stabilitas indikatormakroekonomi, tetapi juga oleh kekuatan sektor riil yang menjadi penggerak utamaaktivitas produksi, distribusi, dan konsumsi masyarakat. Dalam konteks pembangunannasional saat ini, penguatan sektor riil menjadi strategi yang semakin relevan untukmemastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya tumbuh secara statistik, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Ketika sektor riil bergerak secaraoptimal, peluang usaha berkembang, lapangan pekerjaan bertambah, dan daya belimasyarakat dapat terjaga.Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa penguatan sektor riilmenjadi fokus utama agar pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat terjaga dan semakin kuat ke depan. Pandangan tersebut mencerminkan kesadaran pemerintahbahwa tantangan ekonomi global yang semakin dinamis memerlukan respons yang lebih konkret melalui penguatan aktivitas ekonomi produktif di dalam negeri. Meskipunfundamental ekonomi Indonesia masih relatif solid, percepatan implementasi program-program yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat tetap menjadikebutuhan mendesak. Dengan demikian, sektor riil tidak hanya berfungsi sebagaimesin pertumbuhan, tetapi juga sebagai instrumen pemerataan kesejahteraan.Selain itu, sektor riil memiliki karakteristik yang mampu menciptakan efek bergandasecara luas terhadap perekonomian nasional. Setiap peningkatan aktivitas produksiakan mendorong kebutuhan tenaga kerja, memperkuat permintaan bahan baku, sertameningkatkan perputaran uang di tingkat lokal maupun nasional. Kondisi ini menjadisangat penting di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dapat memengaruhiarus perdagangan dan investasi internasional. Ketika ekonomi domestik memilikibasis sektor riil yang kuat, daya tahan terhadap berbagai guncangan eksternal akansemakin besar. Karena itu, percepatan program strategis pemerintah pada sektor-sektor produktif menjadi investasi jangka panjang yang bernilai tinggi bagi stabilitasekonomi nasional.Lebih lanjut, penguatan sektor riil juga menjadi sarana efektif untuk memperkuatekonomi kerakyatan. Selama ini, usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi tulangpunggung perekonomian Indonesia dengan kontribusi yang signifikan terhadappenyerapan tenaga kerja. Melalui kebijakan yang berorientasi pada penguatan sektorriil, pemerintah dapat menciptakan ekosistem usaha yang lebih sehat dan kompetitifsehingga pelaku UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan.Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwaperluasan peran Bank Indonesia menunjukkan adanya paradigma baru dalampembangunan ekonomi nasional. Menurutnya, tugas Bank Indonesia tidak lagiterbatas pada menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi, tetapi juga turut berkontribusiterhadap pertumbuhan ekonomi sektor riil serta penciptaan lapangan kerja. Perspektiftersebut menegaskan bahwa kebijakan moneter dan sektor riil tidak dapat berjalansecara terpisah. Sinergi keduanya diperlukan agar stabilitas ekonomi yang telahterjaga dapat diterjemahkan menjadi aktivitas ekonomi produktif yang memberikanmanfaat langsung bagi masyarakat.Dalam kerangka tersebut, dukungan kebijakan moneter terhadap sektor riil berpotensimenciptakan lingkungan usaha yang lebih kondusif. Stabilitas harga dan inflasi yang terkendali akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk melakukan ekspansibisnis dan investasi. Di sisi lain, koordinasi yang kuat antara pemerintah, otoritasfiskal,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini