DPR Bakal Umumkan Lima Komisioner Baru KPK Malam Ini

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Kamis 12 September 2019 malam, Indonesia diharapkan memiliki lima komisioner baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kita akan tuntaskan dan kita akan pilih Insya Allah, malam ini juga kalau waktunya cukup,” kata Masinton Pasaribu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis 12 September 2019.

Sejak Rabu 11 September 2019 10 calon pimpinan (Capim) KPK sudah mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di hadapan Komisi III DPR RI.

Mereka adalah Nawawi Pomolango, Lili Pintauli Siregar, Sigit Danang Joyo, Nurul Gufron, dan I Nyoman Wara.

Sedangkan capim yang mengikuti pengujian hari ini adalah Alexander Mawarta, Johanis Tanak, Luthfi Jayadi Kurniawan, Firli Bahuri, dan Roby Arya.

Uji kepatutan dan kelayakan tersebut harus menghadapi banyaknya tekanan agar DPR setidaknya menggugurkan Irjen Firli Bahuri dan Johanis Tanak yang seorang jaksa. Keduanya dinyatakan bermasalah.

Firli yang pernah menjabat Deputi Penindakan KPK bahkan sudah dibongkar bekas institusinya tersebut melakukan pelanggaran etik yang berat sehingga dinilai tidak pantas dipilih sebagai komisioner.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini