Dokter Penyakit Dalam Minta Pemerintah Vaksin Penyintas Covid19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Para penyintas Covid19 kini bisa bernafas lega karena Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) sudah merekomendasikan mereka berhak mendapat vaksin.

Ahli Penyakit Dalam dari Universitas Airlangga, dr Decsa Medika H SpPD mengharapkan segera mengeluarkan regulasi resmi agar para penyintas itu juga terlindungi dan tidak terjadi reinfeksi.

“Sekarang tinggal menunggu regulasi resmi pemerintah bagi penyintas. Tetep sabar dan tunggu keputusan lanjutan ya,” demikian pernyataan dr Decsa kepada Mata Indonesia News, Rabu 10 Februari 2021.

Menurut Decsa merekomendasikan para penyintas Covid19 yang mendapat vaksin harus sudah sembuh minimal selama tiga bulan.

Hal tersebut karena hasil studi mengungkapkan antibodi para penyintas untuk menghadapi reinfeksi atau terinfeksi virus SARS-Cov-2 lagi hanya bertahan antara tiga sampai dengan delapan bulan.

Decsa mengaku senang dengan rekomendasi yang dikeluarkan PAPDI karena dia adalah seorang penyintas Covid19.

Dia mengaku senang karena sebagai penyintas tidak mungkin kebal terhadap Covid19 seumur hidup dan hingga kini masih khawatir mengalami reinfeksi atau terinfeksi kembali.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini