Digitalisasi Tawarkan Cara Kerja Baru bagi Masyarakat Urban

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Digitalisasi menawarkan cara baru dalam bekerja serta menciptakan dampak kepada masyarakat baik di desa maupun kota. Presidensi G20 Indonesia, menjadi momentum penting transformasi digital itu.

Berbagai tantangan dan dampak positif dari digitalisasi tentunya mendorong pekerjaan yang impulsif termasuk bagi pekerja informal dan memperluas jangkauan pelatihan melalui retraining dan reskilling dan juga mendorong kesetaraan terhadap sumber-sumber ekonomi yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal ini terungkap dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto, saat membuka acara Road to G20 Indonesia in West Java Event: “Urban 20 Talks: Kota, Desa, Dan Pemuda di Era Digital” pada Kamis 23 Februari 2022.

Airlangga menegaskan, tidak ada pilihan lain untuk menerima dan beradaptasi terhadap perubahan dan transformasi digital yang terjadi di masyarakat. Baik di desa maupun di kota.

Ia memaparkan, ekonomi Indonesia dan dunia tentunya akan ada inovasi sektor digital ekonomi. Sehingga mempercepat pemulihan perekonomian secara nasional.

Dari segi kontribusi terhadap PDB, ekonomi digital berkontribusi sebesar 4 persen. Proyeksinya akan meningkat 1,5 kali. Sektor e-commerce berkontribusi sebesar 34 persen dan program seperti B-to-B service di bidang logistik dan supply chain itu berkontribusi 13 persen. Dan ini merupakan bagian awal dari pada gelombang pertama digitalisasi.

Peningkatan infrastruktur di sektor 5G. Internet of Thing, Blokchain, Artificial Intelligence, dan Cloud Computing harus ada penguasaan oleh masyarakat. Terutama anak muda saat menghadapi second wave (gelombang kedua) ekonomi digital.

“Gelombang kedua ini dari beberapa sektor. Termasuk di sektor pertanian. Fintech, edutech, dan juga telemedisin yang bisa berguna pada masa pandemi COVID-19,” ujar Airlangga.

Airlangga menjelaskan, potensi ekonomi kreatif juga perlu untuk terus berkembang. Sehingga ekonomi digital dapat memfasilitasi pertumbuhan dan peningkatan kontribusi ekonomi kreatif.

Menurut Airlangga, dalam 15 tahun ke depan Indonesia butuh 600.000 orang Digital talent per tahun. Atau totalnya 9 juta. Oleh karena itu pemerintah pusat mengadakan berbagai kegiatan dalam rangka peningkatan sumber daya manusia (SDM). Agar SDM bisa adaptif terhadap kebutuhan baik di kota maupun di desa.

“Saya sangat berharap Pemprov DKI dan Jawa Barat, sebagai dua provinsi dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia dapat mendukung program-program pusat, terutama untuk membuat ekosistem digitalisasi sekaligus menyiapkan masyarakat ataupun para pemuda untuk beraktivitas di co-working space yang nantinya akan siap untuk bekerja di sektor digital,” kata Airlangga.

Airlangga menambahkan, salah satu tantangan yang juga menjadi agenda daripada Presidensi 20 Indonesia adalah untuk memprioritaskan masyarakat yakni kaum disabilitas.

Kegiatan tersebut tentu perlu disiapkan oleh para pengelola kota agar mereka bisa bekerja produktif dan kota termasuk ramah terhadap para penyandang disabilitas. Tentunya, selain ramah, digitalisasi itu juga bisa digunakan sebagai fasilitator agar memudahkan para penyandang disabilitas dalam kegiatan-kegiatan sosial di perkotaan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bantuan Pangan sebagai Instrumen Stabilitas di Tengah Gejolak Global

Oleh: Dhita Karuniawati )*Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, pemerintah Indonesia terus memperkuat berbagai instrumen kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonominasional. Salah satu instrumen yang terbukti efektif adalah program bantuan pangan. Kebijakan ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk perlindungan sosial, tetapi jugasebagai alat fiskal strategis untuk menjaga daya beli masyarakat, mengendalikaninflasi, serta memastikan stabilitas sosial di berbagai daerah.Gejolak global yang dipicu oleh konflik geopolitik, perubahan iklim, serta gangguanrantai pasok telah berdampak pada kenaikan harga pangan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dalam situasi ini, kelompok masyarakat berpenghasilan rendahmenjadi yang paling rentan. Oleh karena itu, intervensi pemerintah melalui bantuanpangan menjadi langkah penting untuk mencegah penurunan kesejahteraan sekaligusmenjaga konsumsi rumah tangga sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi.Bantuan pangan merupakan bagian dari kebijakan fiskal yang dirancang untuk menjagastabilitas ekonomi nasional. Pemerintah memanfaatkan instrumen ini untukmemperkuat daya beli masyarakat sekaligus meredam tekanan inflasi, terutama padakomoditas pangan yang berkontribusi besar terhadap inflasi. Pemerintah juga menilaibahwa bantuan pangan memiliki efek ganda, yakni tidak hanya membantu masyarakatsecara langsung, tetapi juga menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melaluistabilitas konsumsi domestik.Program bantuan pangan menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran negara dalammenghadapi tekanan ekonomi global. Dengan menjaga konsumsi masyarakat tetapstabil, pemerintah berupaya menghindari perlambatan ekonomi yang lebih dalam. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan bantuan pangan bukan sekadar program sosial, melainkan bagian integral dari strategi makroekonomi nasional.Pemerintah menyalurkan bantuan pangan di seluruh wilaya Indonesia, antara lain di Riau dan Kepri. Perum Bulog Riau-Kepri memastikan penyaluran bantuan pangan bagimasyarakat berjalan sesuai rencana dengan dukungan penuh dari berbagai pihak.Pimpinan Wilayah (Pimwil) Bulog Riau-Kepri, Dani Satrio, mengatakan bahwa total bantuan yang akan disalurkan mencakup jumlah yang sangat besar untuk memenuhikebutuhan masyarakat di seluruh Provinsi Riau. Total keseluruhan penyaluran bantuanberas setara dengan 11 ribu ton dan minyak makan 2 juta liter kepada 597.998 penerima bantuan se-provinsi Riau.Menurut Dani, banyaknya bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintahdalam menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan. Bulog tidak hanya fokus pada ketersediaan stok, tetapi juga memastikanaspek teknis penyaluran berjalan dengan baik agar bantuan tepat sasaran.Pola distribusi yang dilakukan melibatkan berbagai unsur di lapangan gunamempercepat proses penyaluran dan meminimalisir kendala. Dalam program ini, masyarakat penerima manfaat akan mendapatkan bantuan pangan dalam bentuk paketkebutuhan pokok utama yang telah ditentukan.Dani mengatakan penyaluran tahap awal dimulai di Kota Pekanbaru dan akandilanjutkan secara bertahap ke seluruh kabupaten dan kota. Total bantuan yang disalurkan dalam program ini mencapai sekitar 11 ribu ton beras dan 2 juta liter minyakgoreng untuk kebutuhan dua bulan.Dani menegaskan bahwa skema pemberian bantuan untuk dua bulan sekaligusbertujuan untuk memberikan kepastian ketersediaan pangan bagi masyarakat dalamjangka waktu tertentu. Selain itu, sinergi antara Bulog dan pemerintah daerah menjadisalah satu faktor utama dalam kelancaran distribusi bantuan ini.Dani optimistis distribusi bantuan dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positifbagi masyarakat. Program ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhanpangan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok.Sementara itu, Pelaksana Tugas Gubernur (Plt) Riau, SF Hariyanto mengatakanbantuan pangan ini sangat membantu masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomiyang masih menantang. Program ini ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan di seluruh Provinsi Riau. Pihaknya berharap bantuan ini dapat meringankan bebanmasyarakat.Hariyanto menjelaskan, setiap kepala keluarga menerima bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Jumlah tersebut cukup signifikan untuk memenuhikebutuhan pokok rumah tangga. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhikebutuhan pangan masyarakat.Hariyanto menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmenpemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memastikan masyarakat tetapmemiliki akses terhadap bahan pokok. Pihaknya juga mengapresiasi dukunganpemerintah pusat dan Bulog dalam penyaluran bantuan ini.Bantuan pangan diharapkan tetap menjadi bagian penting dari strategi pemerintahdalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dalam menghadapi ketidakpastian global yang masih berlanjut, fleksibilitas kebijakan dan ketepatan intervensi menjadi kunciutama. Dengan pengelolaan yang baik, bantuan pangan tidak hanya mampumelindungi masyarakat dari dampak krisis, tetapi juga menjadi fondasi bagi pemulihandan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.Secara keseluruhan, bantuan pangan telah menunjukkan perannya sebagai instrumenstrategis dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah gejolak global. Melalui kombinasikebijakan fiskal yang tepat, implementasi yang efektif di daerah, serta pengawasanyang ketat, program ini mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Denganterus memperkuat sinergi dan evaluasi kebijakan, bantuan pangan dapat menjadi salahsatu pilar utama dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di masa yang akandatang.*) Penulis adalah Kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia
- Advertisement -

Baca berita yang ini