Buruh dari Indramayu akan Geruduk Kemenakertrans

Baca Juga

MATA INDONESIA, INDRAMAYU – Kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) pekan ini tak akan sepi dengan aksi unjuk rasa para buruh. Hal ini terkait dengan keluarnya Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua (JHT).

Melalui skema yang baru, para buruh hanya bisa mengajukan pencairan uang mereka pada usia 56 tahun. Padahal, uang tersebut sebenarnya milik buruh yang dipotong 2 persen dari penghasilan setiap bulannya.

Ketua Buruh FSB Gas Bumi Kab, Indrmayu Hadi Haris mengatakan sebagai buruh mereka sudah sangat kesulitan dengan situasi dan kondisi pandemi Covid-19 ini. ”Situasinya sudah sangat sulit untuk bertahan hidup. Apalagi saya merasa kasihan dengan rekan-rekan buruh yang hanya dikontrak satu sampai dua tahun,” ujarnya, Sabtu 19 Februari 2022.

Dengan kontrak pendek ini, menurut Hadi apakah rekan-rekan buruh ini bisa mencairkan JHT yang justru dananya berasal dari potongan gaji mereka setiap bulannya.

Menurut Hadi, dalam JHT tidak ada uang pemerintah karena berasal dari potongan gaji buruh. Ia menilai aturan yang diterbitkan Ida Fauziyah mempersulit buruh mendapatkan haknya.

Reporter: Rizal Kris

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini