Beda dengan Rupiah, IHSG Diramalkan Mengawali Oktober dengan Penguatan

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramalkan akan berbalik menguat pada perdagangan esok hari, Selasa 1 Oktober 2019.
Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi memperkirakan IHSG akan membuka bulan Oktober dengan cukup optimis. “IHSG akan bergerak cenderung kembali mencoba menguat bertahan di atas level MA5 dengan support dan resistance di kisaran 6.130 hingga 6.240,” ujar dia kemarin sore.
Ia mengatakan bahwa penguatan IHSG akan dibayangi oleh liburnya bursa saham Tiongkok dan Eropa akan merilis data inflasi, serta Amerika akan merilis data indeks kinerja manufaktur.
Dari sisi teknikal, IHSG pun terlihat telah break out support moving average 5 hari, meskipun dengan indikator stochastic dan RSI yang masih cenderung optimis.
“IHSG mendekati level support lower bollinger bands yang berada pada level 6.130 dan ini akan menjadi support apabila IHSG terkonfirmasi tidak mampu whipsaw MA 5 dalam waktu dekat. Sehingga kami proyeksikan IHSG akan bergerak cenderung kembali mencoba menguat,” kata dia.
Lanjar juga menyertakan rekomendasi sejumlah saham-saham yang menarik secara teknikal untuk transaksi hari ini diantaranya LSIP, AALI, JPFA, TPIA, BRPT, SIDO, HMSP, MYOR, BBNI, BBTN, IMAS, ADRO, INDY, ADHI, WIKA, AKRA dan UNTR.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini